BREAKING NEWS
 

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (33)

Karya Peradaban Islam: Penemuan Aljabar

Senin, 15 September 2025 06:14 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dari namanya saja sudah menjadi bukti bahwa penemu Aljabar ialah seorang Arab. Tepatnya Muhammad ibn Musa Al-Khawarizmi, seorang ilmuwan Muslim berkebangsaan Persia. Aljabar diambil dari buku karyanya berjudul: Al-Kitab al-Jabr wa al-Muqabalat. 

Aljabar menurut bahasa berarti pertemuan, hubungan, dan perampungan. Selain merupakan cabang matematika, yang dapat dicirikan sebagai generalisasi dan perpanjangan aritmatika, Aljabar juga merupakan nama sebuah struktur yang abstrak.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Penemuan Astrolabe

Dengan kata lain, Aljabar adalah cabang matematika yang mempelajari struktur, hubungan dan kuantitas, dengan menggunakan simbol-simbol yang biasanya berupa huruf untuk merepresentasikan bilangan secara umum sebagai sarana penyederhanaan dan alat bantu memecahkan masalah-masalah perhitungan, misalnya  simbol  X mewakili bilangan tertentu yang diketahui, dan Y untuk bilangan yang ingin diketahui.

Aljabar sesungguhnya merupakan penyempurnaan terhadap pengetahuan yang telah dicapai oleh bangsa Mesir dan Babilonia sekitar 2.000 tahun SM.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Penemuan Astronomi

Kedua bangsa ini sudah ditemukan menggunakan beberapa catatan yang berhubungan dengan Aritmatika. Namun, sistem dan strukturnya masih sangat sederhana. Para ilmuwan Barat sekalipun mengakui kalau Al-Khawarizmi sebagai pencetus Aljabar dan karenanya ia juga disebut sebagai “Bapak Matematika”. Memang pernah ada yang menyebut nama Diophantus, yang kerap disebut-sebut sebagai penemu Aljabar. Namun demikian, pandangan para sarjana matematika, khususnya Aljabar,  karya Al-Khawarizmi jauh lebih baik dibanding karya Diophantus.

Adsense

Dengan menggunakan sistem ini, maka kita dengan mudah dapat mengaplikasikan rumus dan menghitung solusi nilai yang tak diketahui untuk kelas masalah yang biasanya dipecahkan menggunakan persamaan linier, persamaan kuadrat dan persamaan linier tak tentu.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Penemuan Angka Praktis

Ini berarti sebuah langkah progresif jika dibandingkan dengan ilmuwan Yunani, Mesir, India, dan China dalam milenium pertama sebelum masehi. Yang biasanya masih menggunakan metode geometri untuk memecahkan persamaan seperti ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense