Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (25
Proto Peradaban Islam (5) Periode Usman bin Affan (574-656M)
Sabtu, 6 September 2025 06:14 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah kematian Umar bin Khathab, ia digantikan oleh Utsman bin Affan, yang dikenal dengan julukan “Dzun-Nurain” berarti “pemilik dua cahaya”, karena ia menikahi dua putri Nabi Muhammad SAW secara bergantian, yaitu Ruqayyah binti Muhammad SAW (isteri pertama). Setelah ia wafat, Usman mengawini Ruqayyah (isteri kedua).
Usman ibn Affan pada mulanya lebih menonjol sebagai saudagar profesional lalu memeluk agama Islam bersama-sama sahabat senior lainnya. Karena itu ia juga termasuk Al-Sabiqun al-Awwalun.
Ketika di Mekkah, ia banyak menopang dakwah Nabi dengan hartanya. Bahkan ia pernah ditegur Nabi, ketika menjual semua ternaknya untuk membiayai para pengungsi muslim yang akan mengikuti Nabi ke Madinah. Ia ditegur Nabi: “Tidak perlu menjual semua harta untuk umat” lalu dijawab, gampang mencari harta, ya Rasulallah. Setelah di Madinah ia cepat sekali menjadi orang kaya dan bersama Abdur Rahman ibn ‘Auf menjadi salah seorang terkaya di Madinah.
Ia terkenal sebagai suporter ekonomi perjuangan umat bersama segelintir orang pada masanya. Saat Perang Tabuk, Utsman mendermakan 950 ekor unta dan 70 ekor kuda, ditambah 1000 dirham sumbangan pribadi untuk perang Tabuk.
Baca juga : Proto Peradaban Islam (5) Periode Usman bin Affan (574-656 M)
Ia juga membeli mata air (oase) dari seorang lelaki suku Ghifar seharga 35.000 dirham dan diwakafkan untuk kepentingan masyarakat umum. Ia pernah menyumbang gandum yang diangkut dengan 1000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering.
Ia melakukan kodifikasi dan unifikasi mushab Al-Qur’an yang kemudian namanya diabadikan sebagai mushhaf Utsmani. Ia juga membuat bangunan khusus untuk mahkamah dan mengadili perkara yang sebelumnya dilakukan di masjid. Membangun pertanian, menaklukan Syiria, Afrika Utara, Persia, Khurasan, Palestina, Siprus, Rodhes dan juga membentuk angkatan laut yang kuat.
Utsman bin Affan berkuasa cukup lama, 12 tahun. Enam tahun pertama cukup mengesankan dan banyak prestasi monumental yang dicatat di dalam sejarah. Namun enam tahun terakhir, seiring dengan usi yang semakin tua, banyak sekali diintervensi oleh orang-orang dekatnya di dalam menjalankan roda pemerintahan.
Akibatnya muncul gelombang ketidakpuasan di dalam masyarakat, terutama berkaitan dengan pengangkatan anggota keluarganya menjadi gubernur di sejumlah daerah.
Baca juga : Proto Peradaban Islam (4) Periode Umar bin Khathab (584-644 M)
Puncak ketidakpuasan sekelompok masyarakat ialah, Utsman dibunuh oleh pemberontak, lalu kelompok pemberontak menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai penggantinya. Namun Ali sebagai orang yang memiliki kearifan yang tinggi, menolak dikukuhkan oleh pemberontak. Ali meminta sahabat Ahli Badr (sahabat utama Nabi yang pernah ikut dalam Perang Badr).
Akhirnya hadirlah tiga sahabat senior, yaitu Thalhah, Zubair dan Sa’ad bin Ubadah. Ali kemudian disetujui oleh sahabat utama ini, maka ditetapkanlah Ali sebagai Khalifah keempat ketika keadaan masih dalam keadaan tidak tenang karena tidak jelasnya siapa sebenarnya kelompok pemberontak itu.
Mu’awiyah bin Abu Sufyan, keluarga Utsman dan gubernur Syiria menolak untuk membaiat Ali karena dua alasan. Tuntaskan dulu siapa pelaku pemberontak dan apa hukuman terhadap mereka yang telah membunuh Utsman. Alasan lainnya, penunjukan hanya segelintir orang tidak lagai memadai, mengingat dunia Islam sudah berkembang sedemikian luas, sehingga para gubernur pun seharusnya ikut menentukan khalifah.
Kepergian Utsman mulai terasa adanya faksi-faksi perpecahan umat. Ini disebabkan oleh semakin banyaknya sahabat-sahabat senior yang meninggal. Tokoh-tokoh muda yang tidak ikut di dalam suka duka perjuangan di masa-masa awal Islam mulai bermunculan.
Baca juga : Proto Peradaban Islam (3) Periode Abu Bakar (572-634 M)
Sementara dunia Islam juga semakin meluas jauh dari pusat heard land tanah Arab. Sebagian sahabat senior ikut menyebar ke daerah-daerah baru meninggalkan kota Madinah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya