Dark/Light Mode

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (30)

Karya Peradaban Islam: Penemuan Angka Praktis

Jumat, 12 September 2025 06:11 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu prestasi peradaban Islam ialah penemuan angka-angka yang lebih praktis dan hingga kini digunakan secara universal. Bayangkan, seandainya tidak datang Al-Khawarizmi (Muhammad bin Musa al-Khawarizmi) membawa angka-angka praktis, maka mungkin kita semua akan repot, karena bilangan atau angka yang tersedia hanya angka Romawi, yang sangat tidak praktis.

Jika kita akan menuliskan tanggal 8-8-1998 maka kita harus menulisnya: VIII-VIII-MCMLXXXVIII. Dengan adanya angka praktis yang ditemukan Al-Khawarizmi (780-850M) atau yang biasa disebut bilangan Arab, maka dengan mudah kita memainkan perhitungan yang serumit apapun dengan mudah bisa diselesaikan. Komputer canggih sekalipun tidak bisa memainkan angka-angka Romawi selincah dengan angka-angka atau bilangan Arab.

Baca juga : Periode Dinasti Abbasiyah (750-1258)

Al-Khawarizmi menyederhanakan simbol angka dengan: 0,1,2,3,4,5,6,7,8, dan 9. Untuk penambahan ke depan tinggal mengombinasikan angka-angka yang diinginkan. Bahkan kita juga bisa menghitung mundur di belakang angka nol (0) sekalipun dengan hanya menambahkan symbol minus (-) di belakang angka-angka yang diinginkan, misalnya -3013. Angka-angka mikro yang lebih rigit pun dapat diungkapkan dengan menggunakan angka nol (0), misalnya 0,1 atau 00,00001, dan lain-lain. Untuk menghindari perpanjangan penulisan angka dapat digunakan simbol pangkat yang diinginkan di sudut atas sebuah angka.

Bandingkan dengan angka romawi: I,II,III,IV,V,VI,VII,VIII, IX,X, XL=40, L=50, LX=60, LXX=70, XC=90, C=100, CD=40, D=500, DCLXVI=666, CM=900, M=1000, I)) (dobel C terbalik)=5000, dan seterusnya. Jika kita melibatkan perhitungan triliunan, maka pasti kita semua akan repot membaca angkanya. Dengan adanya angka praktis yang ditemukan oleh Al-Khawarizmi, maka matematika dan aritmatika semakin berkembang.

Baca juga : Periode Dinasti Umayyah (661-750M)

Perkembangan ilmu hitung ini mengubah secara drastis peradaban manusia. Ilmu fisika yang paling berjasa dengan hadirnya angka-angka praktis tersebut.

Ia juga menemukan Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Beliau pernah memperkenalkan angka-angka India dan cara-cara perhitungan India pada dunia Islam. Beliau juga merupakan seorang penulis ensiklopedia dalam berbagai disiplin.

Baca juga : Periode Pasca Khulafaur Rasyidin

Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh yang pertama kali memperkenalkan aljabar dan hisab. Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau pelajari dalam bidang matematika dan menghasilkan konsep-konsep matematika yang begitu populer yang masih digunakan sampai sekarang. Karena itu, dunia berhutang budi terhadap Al-Khawarizmi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.