Dark/Light Mode

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (28)

Periode Dinasti Umayyah (661-750M)

Selasa, 9 September 2025 06:12 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Peta politik dunia Islam mulai muncul pasca Khualafaurrasyidin. Kemenangan Muawiyah bin Abi Sufyan dianggap menyalahi persepakatan antara tokoh-tokoh masyarakat Islam.

Karena itu ia diakui tidak oleh semua tokoh masyarakat karena dinilai cacat prosedural. Setelah mengambil alih pemerintahan dari tangan Ali bin Abi Thalib, ia memboyong ibu kota dunia Islam ke Damaskus karena Madinah dianggap tidak kondusif mendukung program kerjanya. Kota Damaskus menjadi ibu kota ketiga setelah Mekkah dan Madinah.

Baca juga : Periode Pasca Khulafaur Rasyidin

Di Damaskus (sekarang Syiria), ia terus mengembangkan pengaruh Islam ke wilayah Afrika Utara, Spanyol (Andalusia), India (Sind) dan Asia Tengah. Dalam masa pemerintahan Muawiyah, Islam banyak mengalami perluasan pengaruh.

Bukan hanya bertambah dari segi penganut agama Islam tetapi juga bahasa Arab ikut serta berpengaruh besar sehingga menggeser bahasa ibu negeri itu. Bayangkan, Mesir, Persia dan Asia Tengah tiba-tiba menjadi bahasa ibu yang menggantikan bahasa lokal sebelumnya yang telah sekian lama menjadi bahasa ibu mereka.

Baca juga : Proto Peradaban Islam (6) Periode Ali bin Abi Thalib (599-661M)

Perkembangan peradaban yang dicapai di masa pemerintahan Abbasiyah lumayan besar. Selain bahasa Arab dijadikan sebagai bahasa administrasi, negeri-negeri yang ditaklukkan pun langsung menggunakan sistem pajak dan sistem pos yang relatif modern saat itu.

Penerjemahan ilmu-ilmu Yunani dan Persia dengan kemajuan peradabannya diakomudir di Damaskus. Hadirnya masjid raya Umayyah di Damaskus merupakan bagian dari sentuhan peradaban dari kawasan negeri yang ditaklukkan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.