Dark/Light Mode

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (26)

Proto Peradaban Islam (6) Periode Ali bin Abi Thalib (599-661M)

Minggu, 7 September 2025 05:45 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Pergantian khalifah Usman bin Khathab ke Ali bin Abi Thalib merupakan sejarah yang amat memprihatinkan. Suksesi tidak berlangsung indah dan lancar sebagaimana sebelumnya.

Al ibn Abi Thalib lahir di Mekkah, daerah Hejaz, Jazirah Arab. Ibunya yang bernama Fatimah binti Asad, cucu dari Hasyim. Ia salah seorang pemeluk Islam pertama paling yunior Nabi dan juga keluarga dari Nabi. Ia adalah sepupu dari Nabi Muhammad sekaligus menantunya setelah menikah dengan Fatimah az-Zahra. Ia adalah Khalifah terakhir (IV) dari Khulafaur Rasyidin, meskipun menurut Syi’ah ia merupakan Imam sekaligus Khalifah pertama yang dipilih oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Baca juga : Proto Peradaban Islam (5) Periode Usman bin Affan (574-656M)

Syi’ah berpendapat bahwa Ali adalah khalifah yang berhak menggantikan Nabi Muhammad, dan sudah ditunjuk oleh Beliau atas perintah Allah sebagaimana sering dirujuk peristiwa Ghadir Khum. Ali dikenal oleh dunia sunny dan syi’ah sebagai sahabat yang cerdas dan pintar. Ali mendapatkan gelar Karramallahu Wajhah atau semoga Allah memuliakan wajahnya.

Perestasi Ali banyak sekali. Selain pintar ia juga sangat setia mendampingi perjuangan Nabi. Ia bersedia tidur di kamar Nabi dan menggunakan selimutnya untuk mengelabui orang-orang Quraisy yang akan menggagalkan hijrah Nabi. Setelah pasukan elit bermaksud membunuh Nabi, alangkah kagetnya kalau orang yang ada di kamar dan menggunakan selimut Nabi ternyata Ali. Nabi bersama Abu Bakar sudah jauh meninggalkan kota Mekkah dan lolos dari pengintaian musuh.

Baca juga : Proto Peradaban Islam (5) Periode Usman bin Affan (574-656 M)

Ali bin Abi Thalib berkuasa selama kurang lebih 4 tahun. Ali meninggal di dalam suasana umat yang sedang terpecah belah. Sepeninggal Ali, kepemimpinan diambil alih oleh Muawiyah bin Abi Sufyan melalui kekuatan pedang. Selanjutnya ia membentuk sistem pemerintahan kerajaan yang suksesinya berlangsung secara turun temurun tanpa melalui proses musyawarah. Demikian seterusnya sampai daulat Umayyah ditaklukkan oleh Daulat Abbasyiah yang juga menganut sistem monarki.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.