BREAKING NEWS
 

Relevansi Tantangan Transformasi Birokrasi

Manajemen Pemerintahan Pusat Dan Daerah Dalam Mewujudkan Asta Cita

Senin, 22 September 2025 07:56 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

RM.id  Rakyat Merdeka - Transformasi biro­krasi manajemen Pemerintahan Pusat dan Daerah merupakan agenda besar, yang tidak pernah ke­hilangan relevansinya dalam perjalanan pembangunan bangsa. Biro­krasi tidak bisa hanya dipahami sebagai mesin administratif yang bekerja menjalankan prosedur, melainkan sebagai wajah negara itu sendiri di hadapan rakyat. Maka mutu biro­krasi di era digital dan ­Artificial ­Intelligence (AI) saat ini, adalah cermin mutu penyelenggaraan pemerintahan, sehingga gagasan mentransformasikannya bukanlah sekadar pilihan, melainkan keniscayaan sejarah.

Secara konseptual, ada dua fondasi penting yang menjadi rujukan dalam upaya tersebut. ­Antara lain, pertama, “New Public Management” ­dengan penekanan pada efisiensi, produktivitas, serta orientasi pada hasil. Dan kedua, paradigma “Good Governance” yang menuntut transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik. Kedua paradigma ini bila dipadukan bukan sekadar menghadirkan birokrasi modern, tetapi juga memperkokoh legitimasi politik negara.

Baca juga : Strategi Modernisasi: Tata Kelola Manajemen Pemerintahan,Kemendagri & Pemerintahan Daerah

Transformasi birokrasi manajemen dengan demikian bukan hanya proyek teknokratis, melainkan juga proyek moral yang menguji kesanggupan bangsa untuk menghadirkan tata kelola yang bersih dan berkeadilan. Maka cita-cita besar ini jangan berhenti pada jargon. Tujuan mulia seperti pemerintahan yang bebas dari KKN, pe­layanan publik yang berkualitas, serta birokrasi yang akuntabel, tidak hanya hidup di atas kertas ­melainkan pula terukur pencapaiannya.

Dengan begitu efisiensi tidak boleh sekadar dimaknai sebagai pemangkasan prosedur, tetapi harus terwujud dalam hemat ­biaya, percepatan pelayanan, serta kepuasan masyarakat. Begitu pula akuntabilitas, yang tidak cukup dengan laporan internal, melainkan harus melibatkan pengawasan independen dan partisipasi warga. Dengan kata lain, bahasa normatif harus diterjemahkan menjadi instrumen empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga : Mari Kita Kembali Bersama (Bagian II-Habis): RUU PIP, Jalan Pulang Ke Rumah Pancasila

Indonesia sejatinya telah mengupayakan penerjemahan gagasan tersebut dalam kebijakan nyata. Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Biro­krasi 2010–2025 menargetkan terciptanya birokrasi yang bersih dan akuntabel, efektif dan efisien, serta mampu meng­hadirkan pelayanan publik yang berkualitas. Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) juga menjadi tonggak lain dalam digitalisasi birokrasi.

Kendati demikian, masih ada tantangan besar dalam transformasi birokrasi, antara lain adalah mengubah budaya kerja yang hierarkis, kaku, dan cenderung mempertahankan status quo. Oleh karena itu, dibutuhkan kepemimpinan visioner yang mampu menggerakkan perubahan, komunikasi yang efektif untuk menyatukan pemahaman, serta insentif yang mendorong adaptasi pegawai. Lantaran transformasi birokrasi juga pada hakikatnya, adalah transformasi manusia yang ada di dalamnya.

Adsense

Baca juga : Mari Kita Kembali Bersama (Bagian I): Bersatu Di Dalam Rumah Pancasila

Maka agenda besar lainnya adalah penguatan sumber daya manusia aparatur. Tidak ada ­birokrasi yang modern tanpa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kompeten dan adaptif. Aparatur kini dituntut memiliki literasi digital, keterampilan analitis, dan kemampuan kepemimpinan adaptif. Data Lembaga Administrasi Negara tahun 2024 menunjukkan baru sekitar 36 persen ASN yang memiliki kompetensi literasi digital memadai. Angka ini memperlihatkan betapa seriusnya kesenjangan yang menghambat implementasi e-Government. Pelatihan ASN harus berbasis kebutuhan nyata, bukan sekadar formalitas sertifikasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense