BREAKING NEWS
 

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (45)

Karya Peradaban Islam: Kimiya al-Sa’adah

Sabtu, 27 September 2025 05:48 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Antara sufi-ilmuwan dan filsuf-ilmuan ternyata bukan hanya dibedakan oleh pandangan kosmologis tetapi juga berbeda dalam pandangan dunia (world views). Sufi- ilmuan seperti Jabir Ibn Hayyan menganalogikan martabat wujud material dan wujud non material. Logam biasa (yang bercampur dengan unsur lain) berbeda dengan logam mulia.

Logam mulia (emas) kualitasnya istimewa, tidak berkarat, warnanya terang dan hidup, harganya lebih mahal, dan dapat memberikan kepuasan kepada banyak orang jika sudah dibentuk menjadi perhiasan.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Dari Alkimia Ke Kimia

Analoginya terhadap wujud non material, seperti jiwa misalnya, jiwa yang biasa masih terkontaminasi dengan berbagai kotoran. Tetapi setelah dilakukan penempahan, pembersihan, dan penyucian maka jadilah jiwa yang suci-bersih, jiwa yang memberikan pencerahan terhadap pemiliknya dan orang-orang lain yang diajak berinteraksi.

Amat jauh bedanya antara jiwa yang kotor dengan jiwa yang bersih, seperti jauhnya perbedaan antara logam biasa dengan logam murni (emas). Dan antara batu dengan permata. Di sinilah peran Kimia secara holistic: Mengubah suatu substansi ke substansi lain yang lebih mulia.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Dari Alkimia Ke Kimia

Imam Al-gazali yang bernama lengkap Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Ath Thusi, Abu Hamid Al Ghazali lahir pada tahun 450 H/ 1058 M di Thus, Khurasan, Iran. Ia seorang ulama, ahli fikir, ahli filsafat Islam yang terkemuka yang banyak memberi sumbangan bagi perkembangan kemajuan manusia. Beliau pernah memegang jabatan sebagai Naib Kanselor di Madrasah Nizhamiyah, pusat pengajian tinggi di Baghdad. Imam Al-Ghazali meninggal dunia pada tahun 505 H/ 1111M.

Imam Al-Gazali menulis banyak buku. Yang paling popular kitab Ihya’ ‘Ulum al-Din, 4 jilid dan salah satu di antaranya ialah Kimiya al-Sa’adah. Buku terakhir ini merupakan pengembangan konsep Alkimia Jabir ibn Hayyan menjadi lebih mendalam.

Adsense

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Ilmu Kimia

Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan ke dalam beberapa versi. Satu versi menerjemahkannya dengan “Kimia Kebahagiaan” dan yang lainnya menerjemahkan “Kimia Hati” dan “Kimia Rohani”.

Buku ini tipis tetapi memberikan inspirasi bagi setiap orang untuk melakukan transformasi spiritual. Inti buku ini ialah bagaimana mengubah jiwa yang rendah, gelap dan buruk menjadi jiwa yang bersih, suci, dan agung.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense