Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (38)
Karya Peradaban Islam: Rumah Sakit Percontohan
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Ketika dunia Eropa masih gelap gulita, dunia Islam sudah membangun peradaban yang menakjubkan. Salah satu di antara peradaban kemanusiaan paling monumental ialah pembangunan rumah sakit. Sesungguhnya rumah sakit semenjak masa kerajaan Romawi sudah dikenal. Tetapi rumah sakit dengan standar modern, sistem terpadu, sama sekali belum pernah ditemukan di dalam sejarah peradaban manapun sebelum masa kejayaan Islam.
Rumah sakit di Eropa pada abad pertengahan sebagaimana dilukiskan oleh Florence Nightingaale, masih sangat kotor dan menjijikkan. Dinding-dinding rumah sakit masih ditumbuhi jamur dan alga, berada di sela-sela puingpuing, zat-zat organik, darah kering dan kotoran-kotoran lainnya. Pokoknya tidak pantas disebut rumah sehat dan memang lebih tepat disebut rumah sakit.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Rumah Sakit Modern
Selain rumah sakit Adhudi yang dibangun Al-Razi di Bagdad, masih ada sejumlah rumah sakit yang canggih diukur dari zamannya. Di antara rumah sakit itu ialah Rumah Sakit Al-Nuri di Damaskus, yang menjadi pusat pemerintahan Dinasti Umayyah saat itu. Rumah sakit ini dirintis oleh Sultan Malik Adil Nuruddin al-Syahid pada tahun 549 H/ 1154 M kemudian dilanjutkan oleh Khalifah Nur Al-Din Zinki pada 1156 M.
Konon dana yang digunakan membangun rumah sakit ini diambil dari harta tebusan dari salah seorang raja di Eropa. Rumah sakit Al-Nuri ini adalah terbesar dan terbaik di antara rumah sakit di seluruh Damaskus.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Dasar-Dasar Metode Ilmiah
Rumah sakit ini didirikan untuk mereka yang berekonomi menengah ke bawah, namun tidak ditutup kemungkinan kalau ada pasien kaya yang dirujuk oleh dokter ke rumah sakit ini.
Bisa dibayangkan, hampir semillenium lalu sudah ada sebuah rumah sakit baik yang menggratiskan sejumlah obat dan perawatan bagi para pasien.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Observatorium
Ibnu Jubair pernah mengembara memasuki rumah sakit ini (580 H) dan mengesankannya betapa besar perhatian para dokter terhadap para pasien.
Bukan hanya menyediakan obat dan perawatan gratis tetapi juga makanan layak dan kontrol pasca rawat inap. Juga ada persediaan obat-obatan dan makanan yang layak. Di situ ada bagian khusus untuk penyakit jiwa. Orang-orang gila di situ diikat dan dirantai, tapi makanan dan pengobatan tetap diperhatikan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.