Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (39)
Karya Peradaban Islam: Rumah Sakit Percontohan
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Ketika ada seorang asing menguji ketelitian rumah sakit di Damaskus yang didirikan oleh para ilmuan muslim (813 H), ia berpura-pura sakit. Ia begitu takjub begitu banyaknya dokter dan begitu ramahnya mereka memperlakukan para pasien, serta banyaknya makanan yang baik di rumah sakit itu. Ia bermaksud menguji kredibilitas dokter di rumah sakit ini dengan dengan berpura-pura sakit.
Selama tiga hari di sana, para dokter memberikan pelayanan medis yang baik. Setelah tim dokter melakukan diagnosa secara professional, maka mereka menyimpulkan bahwa orang asing (non Arab) ini sesungguhnya tidak sakit. Ketua tim dokter menuliskan resep agar “pasien” asing ini diberi makanan lengkap berupa da ging ayam gemuk, kue-kue, minuman dan buah-buahan.
Setelah tiga hari, ketua tim dokter kepala menulis surat kepadanya yang isinya: Menjamu tamu-tamu dikalangan kami hanya sampai tiga hari.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Rumah Sakit Percontohan
Orang asing ini mengerti kalau tim dokter mengetahui dirinya sakit bohongan. Lalu ia pamit dengan rasa takjub bercampur malu. Itulah rumah sakit Al-Nuri yang diceritakan dalam artikel terdahulu.
Rumah sakit lain yang dapat dibanggakan di abad pertengahan dan masa keemasan Islam ialah rumah sakit Al-Manshuri. Rumah sakit ini semula diperuntukkan kalangan pembesar kerajaan, lalu diubah oleh Malik Manshur Saifuddin Qalawun menjadi rumah sakit umum pada tahun 683 H/1284 M.
Raja ini dibangun setelah Raja Malik Al-Manshur dirawat di rumah sakit Al-Nuri. Ia bernazar kalau sembuh ia akan mendirikan rumah sakit serupa di negerinya.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Rumah Sakit Modern
Akhirnya ia sembuh dan menunaikan tekadnya untuk mendirikan rumah sakit seperti di kota Damaskus dan dibangunlah rumah sakit Al-Manshur dengan pembiayaan besar. Setiap tahunnya ia mewakafkan untuk pengembangan rumah sakit ini.
Di kompleks rumah sakit dibangun pula mesjid besar dengan berbagai aktifitas ibadah mahdhah dan ibadah sosial di dalamnya.
Di samping mesjid dan masih di kompleks rumah sakit itu, juga dibangun pusat pendidikan dan panti asuhan anak yatim. Kompleks istananya berubah menjadi pusat pelayanan masyarakat.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Dasar-Dasar Metode Ilmiah
Rumah Sakit AlManshuri meniru sifat dan gaya kepemimpinan rumah sakit Al-Nuri. Bahkan ada yang mengatakan rumah sakit ini lebih mewah dan lebih besar dari rumah sakit Al-Nuri.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.