Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Astronomi dan astrologi seringkali dipertentangkan. Padahal antara keduanya, tadinya merupakan satu kesatuan. Seperti halnya antara al-kimia dan kimia, di abad ke-17, ketika Eropa mulai mengambil alih peradaban keilmuan modern.
Sang penemu al-kimia dan kimia ialah Jabir ibn Hayyan, yang dikenal sebagai sufi -ilmuan, menemukan pertama kali alkimia dalam kapasistasnya sebagai sufi . Dan menemukan kimia dalam kapasitasnya sebagai ilmuan.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Kimiya al-Sa’adah
Alkimia diperoleh melalui proses eksperimen spiritual dan kimia diperoleh melalui eksperimen ilmiah. Belakangan ilmuan barat mengambil ilmu kimia dengan alasan secara metodologi barat masuk akal dan menolak ilmu alkimia karena dengan alasan ontology dan epistimologi keilmuannya tidak jelas atau tidak masuk akal.
Hal yang sama juga terjadi antara astronomi dan astrologi. Adalah Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī, seorang sufi yang dikenal juga sebagai orang sangat ahli matematika dan dianggap Bapak Aljabar. Ia pencetus astronomi sekaligus astrologi.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Dari Alkimia Ke Kimia
Dalam kapasitasnya sebagai seorang sufi, kontemplasinya melahirkan ilmu-ilmu astrologi, yaitu ilmuan yang mempelajari tentang hubungan antara kejadian-kejadian di bumi dengan posisi dan pergerakan benda-benda langit misalnya matahari, bulan dan planet-planet serta bintang-bintang.
Astrologi menyangkut penafsiran pengaruh posisi bintang-bintang dan planet-planet terhadap sifat dan nasib manusia. Dari ilmu ini lahir astronomi, suatu ilmu yang mempelajari tentang alam semesta, bintang-bintang, planet dan galaksi. Astronomi berurusan dengan posisi, ukuran, energi, komposisi, serta gerakan benda-benda langit.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Dari Alkimia Ke Kimia
Dari astronomi lahir astrofisika, yaitu ilmu yang berhubungan dengan proses fisik dan kimia yang terjadi pada bintang, galaksi dan ruang antar bintang. Atau cabang ilmu fisika yang mempelajari benda langit dan alam semesta secara keseluruhan. Astrologi lahir sebagai hasil penghayatan dan kesadaran lebih mendalam terhadap alam semesta sebagai “ayat-ayat” Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam ayat: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (ayat) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu.”(QS Fushilat/ 41:53).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.