BREAKING NEWS
 

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (73)

Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Fazari

Rabu, 5 November 2025 05:48 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Perbedaan mendasar antara peradaban Islam abad pertengahan dan Renaisans Barat terletak pada landasan spiritualnya. Peradaban Islam disemangati oleh spiritualitas tauhid, sementara Renaisans Barat digerakkan oleh rasionalisme.

Peradaban yang berlandaskan spiritualitas tentu lebih membawa manfaat bagi manusia secara utuh — baik jasmani maupun rohani. Sebaliknya, peradaban yang hanya didorong oleh rasionalisme cenderung terjebak pada paham antroposentris, yang hanya memenuhi kebutuhan material manusia tanpa menyentuh dimensi spiritualnya.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Razi

Tidak mengherankan jika masa positivisme di Barat berlalu dengan cepat, sebagaimana pernah diingatkan Einstein bahwa “Ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu lumpuh.” Ungkapan ini menunjukkan bahwa peradaban sejati adalah peradaban yang berlandaskan ketuhanan — sebagaimana pesan wahyu pertama dalam Islam: “Iqra’ bismi Rabbik” (Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu).

Al-Fazari terdorong untuk mengembangkan astrolabe karena pandangan hidupnya sebagai seorang Muslim yang senantiasa harus menunaikan salat di mana pun dan kapan pun.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Ibn Sina

Untuk menentukan arah kiblat, waktu-waktu salat, serta awal bulan Ramadan dan Syawal, dibutuhkan alat yang akurat seperti astrolabe. Dengan demikian, penemuan Al-Fazari bukan sekadar pencapaian ilmiah, tetapi juga wujud dari pengabdian spiritual kepada Allah SWT melalui ilmu pengetahuan.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Rabu, 5 November 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (73), Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Fazariok"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense