Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (66)
Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Ibn Rusyd
Rabu, 29 Oktober 2025 06:02 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Ibn Rusyd, yang di Barat lebih dikenal dengan nama Averroes, memiliki nama lengkap Abu al-Walid Muhammad ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Ahmad ibn Rusyd. Ia lahir di Cordova, Andalusia (Spanyol sekarang) pada tahun 520 H/1126 M, dan wafat sekitar 15 tahun setelah meninggalnya rival intelektualnya, Abu Hamid al-Ghazali.
Ibn Rusyd berasal dari keluarga terpelajar dan terpandang. Ayah dan kakeknya dikenal sebagai hakim agung yang masyhur di Andalusia. Ia sendiri pernah menjabat sebagai hakim di Sevilla dan Cordova pada masa Khalifah al-Manshur.
Sejak kecil, Ibn Rusyd dikenal sebagai anak yang sangat gemar membaca dan menuntut ilmu. Ia mendalami berbagai disiplin, seperti kedokteran, hukum, matematika, tasawuf, dan filsafat. Dalam bidang filsafat, ia belajar dari Abu Ja‘far Harun dan Ibn Bajja. Ia lahir dari garis keturunan yang cerdas, baik dari pihak ayah maupun ibunya.
Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Ibn Haitsam
Pada abad pertengahan, dunia Islam mencapai masa yang dikenal sebagai The Golden Age—masa keemasan peradaban Islam. Kejayaan itu tidak hanya terlihat dari keberhasilan politik para pemimpinnya, tetapi juga dari kemajuan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kini semakin banyak terungkap peran besar para ilmuwan Muslim dalam perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Hampir di semua bidang—agama, humaniora, maupun ilmu eksakta seperti matematika, kimia, fisika, biologi, astronomi, dan ilmu-ilmu terapan lainnya—umat Islam memainkan peranan penting.
Dalam 42 artikel sebelumnya telah dijelaskan berbagai kontribusi ilmuwan Muslim, dan pada artikel-artikel mendatang akan diuraikan tokoh-tokoh Muslim yang namanya dikenal (atau bahkan disamarkan) di dunia Barat.
Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Jabir Ibn Hayyan
Selain berkiprah dalam bidang keilmuan, Ibn Rusyd juga aktif dalam perjuangan fisik. Ia pernah turun langsung ke medan perang melawan Raja Alphonse dari Aragon.
Khalifah sangat menghormatinya, bahkan melebihi penghormatannya kepada para pejabat Daulah al-Muwahhidun dan ulama lain pada masa itu. Meski memiliki posisi penting di pemerintahan, Ibn Rusyd tetap hidup sederhana, rendah hati, dan konsisten memegang prinsip—terutama dalam hal kejujuran ilmiah. Karena keteguhan prinsip itulah, ia sempat mengalami masa sulit dengan penguasa.
Ibn Rusyd menolak perintah Khalifah yang memintanya berhenti menulis hal-hal di luar ilmu-ilmu murni. Ia tetap menulis sesuai keyakinan intelektualnya. Akibatnya, hubungan dekatnya dengan Khalifah pun berakhir.
Baca juga : Dekonsentrasi Dinasti Utsmani (Ottoman)
Sang Khalifah memerintahkan agar karya-karya Ibn Rusyd disingkirkan, bahkan sebagian dimusnahkan—termasuk karya yang sebelumnya dipesan khusus olehnya. Hanya tulisan-tulisan yang berkaitan dengan ilmu murni yang dibiarkan tetap ada.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya