Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Tanggal 12 November hari ini kita memperingati dua hal penting bagi kesehatan bangsa, yaitu Hari Kesehatan Nasional dan di hari yang sama juga Hari Pneumonia. Hari Kesehatan Nasional memang diperingati setiap tanggal 12 November. Tanggal ini dipilih karena pada 12 November 1959, Presiden Soekarno secara simbolis menyemprotkan DDT di dinding sebuah rumah di Desa Kalasan, Yogyakarta, menandai dimulainya program pemberantasan malaria secara besar-besaran.
Hingga kini, malaria masih menjadi masalah kesehatan di negara kita. Dampaknya menurunkan kualitas sumber daya manusia, serta menimbulkan berbagai masalah sosial dan ekonomi. Karena itu, diperlukan upaya penanggulangan yang terpadu dan berkesinambungan.
Tentu, selain malaria, kita juga masih menghadapi berbagai masalah kesehatan lainnya. Yaitu penyakit menular (termasuk wabah), penyakit tidak menular, masalah gizi, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lanjut usia, kesehatan kerja, polusi udara, dan kesehatan lingkungan. Semua ini menjadi tantangan bagi Hari Kesehatan Nasional 2025.
Tema Hari Kesehatan Nasional 2025 adalah “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.” Tema ini menegaskan bahwa investasi terbesar bangsa adalah pada generasinya, terutama generasi muda yang akan menjadi penerus dan penggerak Indonesia Emas 2045.
Baca juga : Perhatikan Tuberkulosis Tanpa Gejala
Secara umum, tema ini mengandung dua makna. Pertama, Generasi Sehat, menggambarkan individu yang memiliki fisik kuat, mental tangguh, dan pola hidup sehat. Kedua, Masa Depan Hebat, menggambarkan visi jangka panjang bangsa yang maju, produktif, dan berdaya saing karena rakyatnya sehat.
Di sisi lain, tanggal 12 November juga diperingati sebagai Hari Pneumonia Sedunia. Pneumonia adalah penyakit menular berupa radang paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan mikroorganisme lain.
Ada dua aspek penting dalam penanganan pneumonia, yaitu pencegahan (melalui vaksinasi, kebersihan, dan nutrisi yang baik) serta pengobatan (melalui pelayanan kesehatan dan pemberian obat yang tepat). Tahun ini, tema global Hari Pneumonia Sedunia adalah “Cegah Pneumonia: Setiap Tarikan Napas Berharga.”
Data dunia menunjukkan pneumonia membunuh sekitar 2,5 juta orang, di mana lebih dari 600 ribu di antaranya adalah anak-anak balita.
Baca juga : Pentingnya Skrining Dan Pencegahan Dalam Penanggulangan Tuberkulosis
Saat ini, kita menghadapi sedikitnya lima tantangan terkait pneumonia. Pertama, status gizi masyarakat yang masih belum merata. Kedua, meningkatnya jumlah lansia. Ketiga, urbanisasi dengan segala dampaknya. Keempat, polusi udara dan kebiasaan merokok. Kelima, risiko munculnya wabah atau pandemi baru yang dapat bermanifestasi sebagai pneumonia, seperti Covid-19 di masa lalu.
Kelima hal tersebut berpotensi menimbulkan krisis pneumonia, atau setidaknya meningkatkan risiko banyak orang terkena penyakit ini. Untuk mengatasinya, ada lima langkah penting yang dapat dilakukan oleh masyarakat, disarikan dari anjuran Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).
Pertama, selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk kebiasaan baik seperti mencuci tangan, etiket batuk, memakai masker, dan beristirahat bila sedang sakit. Kedua, meningkatkan cakupan vaksinasi untuk pencegahan pneumonia, terutama vaksin pneumokokus, influenza, dan vaksin lain yang direkomendasikan bagi kelompok rentan. Ketiga, menekan polusi udara dan melindungi diri dari bahaya asap rokok.
Keempat, mendorong langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan akses diagnosis dan pengobatan pneumonia di fasilitas kesehatan, mulai dari layanan primer hingga rujukan. Ini termasuk ketersediaan alat diagnostik (foto toraks, laboratorium sederhana), oksigen, obat-obatan, dan perawatan yang terstandar.
Baca juga : MBG Kita Dan Pengalaman India
Kelima, memperkuat edukasi publik agar masyarakat mengenali gejala pneumonia dan segera mencari pertolongan medis.
Oleh: Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/ Adjunct Professor Griffith University
- Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Kepala Balitbangkes serta Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat,
- Penerima Rekor MURI April 2024
- Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024
- Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.