Dark/Light Mode
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Pada 27 Oktober 2025, saya memberikan orasi ilmiah pada acara Milad ke-XXI Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (UNISBA). Panitia meminta saya berbicara tentang bagaimana Fakultas Kedokteran dapat masuk ke kancah internasional.
Kita ketahui bahwa pengertian kampus internasional dilihat dari kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi-nya. Saya memulai orasi dengan memperlihatkan tantangan-tantangan kesehatan global di masa depan, di mana Fakultas Kedokteran Internasional dapat menyelaraskan kegiatannya dengan dinamika kesehatan dunia, serta memilih bidang yang sesuai untuk dikembangkan berdasarkan kemampuan yang ada.
Jika kita melihat dokumen WHO “Global Health Strategy 2025–2028”, setidaknya ada sepuluh isu global yang diangkat dan berhubungan dengan kesehatan.
Pertama, dampak perubahan iklim, yang sudah kita kenal luas. Kedua, konsep Satu Kesehatan atau One Health, yaitu kerja bersama antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan.
Baca juga : Hari Dokter, FIMMA Dan Asta Cita
Ketiga, migrasi penduduk dengan segala akibat kesehatannya. Disebutkan bahwa setidaknya ada satu miliar penduduk dunia yang bermigrasi dari tanah kelahirannya, baik atas kemauan sendiri maupun karena terpaksa. Keempat, pengaruh geopolitik, di mana program kesehatan masyarakat tidak berdiri di ruang hampa, jelas ada pengaruh geopolitik, selain aspek sosial, ekonomi, budaya, dan kemasyarakatan lainnya.
Kelima, antisipasi peningkatan kejadian wabah dan kegawatdaruratan kesehatan masyarakat, dengan contoh paling jelas adalah pandemi Covid-19.
Keenam, “Antimicrobial Resistance” (AMR), yaitu keadaan di mana infeksi tidak lagi dapat diobati dengan antibiotik, antivirus, antijamur, atau antiparasit. AMR bahkan disebut sebagai Pandemi Senyap atau Silent Pandemic karena dampaknya yang sangat besar terhadap kesehatan.
Ketujuh, masih tingginya penyakit menular secara umum di dunia, ditambah dengan masalah penyakit tidak menular (PTM) dan kesehatan jiwa. Kedelapan, tentang bagaimana mewujudkan mutu diet yang sehat dan bergizi, serta keamanan pangan (food security), dua hal yang kini banyak dibicarakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.
Baca juga : Lima Hal SPPG Polri
Kesembilan, pengembangan ilmu pengetahuan kedokteran (termasuk kecerdasan buatan) dan bagaimana kesetaraannya antarbangsa di dunia, termasuk negara kita.
Kesepuluh, yang sangat mendasar bagi Fakultas Kedokteran, adalah bagaimana proses pendidikan dijalankan untuk menghasilkan tenaga kesehatan (health workforce) yang andal di tingkat global.
Dari sepuluh tantangan di atas, Fakultas Kedokteran yang ingin go international dapat memprioritaskan kegiatannya agar berdampak luas, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga secara global.
Dalam penutup orasi ilmiah, saya menyampaikan lima hal yang sebaiknya dilakukan Fakultas Kedokteran untuk maju di kancah global.
Baca juga : MBG Dan Penuntasan Tuberkulosis
Pertama, melaksanakan proses pendidikan bertaraf internasional, baik dari sisi dosen, mahasiswa, proses belajar mengajar, laboratorium dan fasilitas pendukung lainnya. Kedua, melakukan penelitian berskala internasional, setidaknya dalam empat bidang: kedokteran dasar, klinik, kesehatan masyarakat, serta aspek sosial yang memengaruhi kesehatan (social determinants of health). Ketiga, bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan yang juga bertaraf internasional.
Keempat, menangani aspek sistem ketahanan dan kedaruratan kesehatan, baik di tingkat nasional, regional, maupun global. Kelima, menunjukkan peran nyata dalam perwujudan kesehatan dunia, secara tegas dan berkelanjutan.
Semoga di masa mendatang, Fakultas Kedokteran di Indonesia makin banyak yang masuk ke kancah internasional. Bukan hanya soal peringkatnya, tetapi juga dalam hal kontribusi nyata kita bagi kesehatan dunia.
Oleh: Prof. Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University
- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.