Dark/Light Mode

MBG Dan Penuntasan Tuberkulosis

Senin, 20 Oktober 2025 07:47 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - 20 Oktober 2025 menandai ­setahun pertama masa peme­rintahan Presiden Prabowo ­Subianto dan Wakil Presiden ­Gibran Rakabuming Raka. Ada beberapa program ­unggulan dalam Asta Cita, termasuk Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win. Di ­antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pe­nanganan Tuberkulosis (TB).

Rakyat Merdeka (RM.id), 18 Oktober 2022, dalam judul “Prabowo: MBG Harus 0% Insiden dan 100% Memenuhi Kebutuhan Gizi”, menulis ­bahwa, “Sejak diluncurkan Januari 2025, Prabowo menga­takan, program MBG sudah memberi makan sebanyak 36,2 juta penerima manfaat, setara ­dengan lebih dari 1,4 miliar porsi makanan.” Sementara itu, RM.id 27 September 2025 menurunkan berita berjudul “Pratikno Target TBC Turun 50 Persen Dalam 5 Tahun”, dan RM.id 30 September 2025 menurunkan berita lain berjudul “Mendagri Minta Pemda Serius Tangani TBC dan Kawal MBG”.

Hanya beberapa hari yang lalu, pada 8 Oktober 2025, WHO mengeluarkan dokumen dan rekomendasi tentang ­tuberkulosis dan kurang gizi. Dokumen penting ini dapat ­menjadi dasar untuk menilai dampak positif program MBG terhadap ­penanganan TB, sehingga secara simultan mendukung kedua program unggulan pemerintah.

Baca juga : MBG Dan Harapan Guru-Orang Tua

Dokumen rekomendasi WHO ini menekankan tiga hal. Per­tama, perlunya penilaian dan konseling gizi pada semua pasien TB serta kontak serumahnya, karena banyak pasien dan keluarganya yang status gizinya mungkin tidak memadai.

Kedua, pemberian makanan bergizi akan meningkatkan hasil pengobatan pasien TB yang kurang gizi, terlepas dari usia, resistensi obat, kehamilan, atau derajat ke­kurangan gizinya. Ketiga, dukungan gizi pada kontak serumah dapat mencegah atau setidaknya mengurangi risiko penularan TB, terutama di situasi di mana jaminan ketersediaan gizi tidak pasti.

Dengan tiga poin ini, jelas bahwa program MBG dapat menunjang penanganan TB. Dari sisi kebijakan maupun pelaksanaan di lapangan, kedua program unggulan ini dapat dipadukan untuk memberikan manfaat optimal.

Baca juga : Waspada Peningkatan Pasien Flu

Rekomendasi WHO terbaru ini sejalan dengan hasil penelitian penting tentang gizi dan tuberkulosis, yaitu Reducing Activation of Tuberculosis by Improvement of Nutritional Status (RATIONS). Dr. Tereza Kasaeva, Direktur WHO untuk TB, HIV, Hepatitis, dan Penyakit Menular Seksual, menegaskan bahwa untuk mengakhiri TB, kita harus mengatasi keku­rangan gizi dan gangguan ke­tahanan pangan sebagai bagian dari ­penanganan menyeluruh yang berpusat pada rumah ­tangga. WHO menyebut integrasi penanga­nan gizi dan pengendalian TB sebagai pendekatan esensial untuk memutus lingkaran penyakit TB, gizi, dan kemiskinan, serta langkah penting untuk mewujudkan dunia bebas tuberkulosis.

Dengan kata lain, integrasi program MBG dengan pengendalian TB di Indonesia adalah langkah penting untuk mencapai eliminasi tuberkulosis pada 2030, sebagaimana tercantum dalam target Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2021.

Perhatian tinggi pimpinan negara terhadap MBG dan penuntasan TB merupakan komitmen berharga, yang harus diwujudkan menjadi program MBG yang sukses dan eliminasi TB di tanah air.

Baca juga : Keracunan Karbon Monoksida

Oleh: Prof Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University
- Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit Kemenkes dan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
- Penerima Rekor MURI April 2024, Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 Per­satuan Rumah Sakit se-Indonesia, dan Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.