BREAKING NEWS
 

Mungkinkah Indonesia Menjadi Kiblat Peradaban Dunia Islam (2)

Jumat, 14 November 2025 05:55 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada tulisan bagian (1) telah dipaparkan 7 keistimewaan dunia Islam di Indonesia yang tidak dimiliki oleh banyak negara Islam lain. Berikut adalah kelanjutannya, dengan total sebanyak 20 keistimewaan.

8. Mazhab Sunni yang dianut mayoritas umat Islam di Indonesia sangat membantu meringankan beban pemerintah dalam menyatukan bangsa ini. Pandangan politik Sunni berasumsi bahwa seratus tahun dipimpin oleh penguasa zalim lebih baik daripada sehari mengalami kekosongan kepemimpinan negara. Bandingkan dengan mazhab Syiah yang tidak mentolerir pemimpin zalim. Secara konseptual, masyarakat Sunni cenderung lebih toleran dan kooperatif terhadap penguasa dibandingkan dengan masyarakat Syiah.

9. Indonesia menganut sistem demokrasi. Bahkan, Indonesia merupakan negara berpenduduk Muslim pertama yang melaksanakan pemilihan presiden secara langsung. Bandingkan dengan sebagian besar negara Islam lainnya yang masih mempertahankan sistem monarki atau kerajaan. Di negara-negara tersebut, warga yang bukan keturunan bangsawan hampir mustahil menjadi pemimpin.

Baca juga : Mungkinkah Indonesia Menjadi Kiblat Peradaban Dunia Islam (1)

10. Kekayaan alam Indonesia sangat besar dan beragam. Sumber daya alam melimpah baik di laut maupun di darat, berupa hasil perikanan, berbagai jenis tambang, kekayaan flora dan fauna, serta keindahan alam yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

11. Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang mewarnai corak lokal Islam di berbagai daerah. Misalnya Islam Jawa, Islam Sumatera, Islam Bugis-Makassar, Islam Maluku, Islam Madura, dan sebagainya.

12. Kehadiran pondok pesantren sebagai salah satu subsistem pendidikan nasional memberi pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat. Sosiologi pesantren menyatukan paradigma agama dan budaya, layaknya dua sisi mata uang yang saling melengkapi.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Ibn Khaldun

13. Kehadiran perguruan tinggi Islam seperti UIN, IAIN, STAIN, serta perguruan tinggi Islam swasta lainnya yang tersebar hampir di setiap provinsi, bahkan hingga ke kabupaten, memegang peranan penting dalam mencerdaskan umat. Ajaran Islam yang diajarkan di perguruan tinggi tersebut bersifat lebih komprehensif, toleran, dan berorientasi pada kesetaraan.

14. Organisasi kemasyarakatan Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan ormas Islam lainnya turut berperan penting dalam menciptakan kondisi sosial yang harmonis dan menjunjung tinggi pluralitas. Banyak konflik internal umat Islam dapat diselesaikan secara damai melalui peran ormas-ormas tersebut.

Adsense

15. Kehadiran Majelis Ulama Indonesia (MUI), di samping majelis-majelis agama lainnya, juga menjadi faktor penting dalam memelihara kerukunan umat—baik kerukunan internal antarumat Islam, antarumat beragama, maupun antara umat beragama dengan pemerintah.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Nasiruddin al-Thusi

16. Kementerian Agama berperan besar dalam mengurus dan melayani kepentingan umat beragama di Indonesia. Dalam lintasan sejarahnya, Departemen Agama berhasil menempatkan diri sebagai semacam melting pot yang mampu mencairkan berbagai ketegangan dan konflik yang bersinggungan dengan agama.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense