Dark/Light Mode

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (70)

Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Jazari

Minggu, 2 November 2025 05:45 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Al-Jazari, yang bernama lengkap Badi’ al-Zaman Abu al-‘Izz ibn Isma’il ibn al-Razzaz al-Jazari, lahir pada tahun 1136 M dan wafat pada 1206 M.

Ia berasal dari wilayah di antara Sungai Tigris dan Sungai Efrat, Irak atau kawasan Kurdistan saat ini. Semasa kecil, ia mengikuti ayahnya mengabdi kepada Raja Urtuq di Diyar Bakir dari tahun 1174 hingga 1200. Sejak kecil, Al-Jazari sudah menunjukkan tanda-tanda kehebatan, terutama dalam ketekunannya melakukan kajian ilmiah yang umumnya hanya dilakukan oleh orang dewasa.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Biruni

Karena ketekunan dan kealimannya, ia kemudian memperoleh gelar The Father of Modern Engineering atau The Father of Robotics, sebab dasar-dasar teknik robotika telah dirancang olehnya jauh sebelum era modern. Banyak ilmuwan masa kini yang terinspirasi oleh karya-karyanya.

Donald Routledge dalam Studies in Medieval Islamic Technology menyebutkan bahwa hingga zaman modern ini, belum ada kebudayaan yang mampu menandingi kelengkapan ilmu rancang-bangun dan mesin-mesin ciptaan Al-Jazari.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Fazari

Pada tahun 1206, Al-Jazari telah berhasil membuat “jam gajah” (elephant clock) yang bekerja dengan tenaga air dan sistem pemberat untuk menggerakkan mekanisme otomatis. Pada interval tertentu, jam tersebut dapat mengeluarkan suara simbal dan kicauan burung. Prinsip humanoid automation inilah yang kemudian mengilhami pengembangan teknologi robot masa kini.

Kini, replika jam gajah karya Al-Jazari disusun kembali oleh London Science Museum sebagai bentuk penghargaan atas warisan besar sang ilmuwan. Karya monumental lainnya mencakup konsep awal mesin pembakaran (combustion engine), poros engkol (crankshaft), pompa hisap (suction pump), mesin pemrograman (programmable machines), otomatisasi (automation), hingga mikroteknologi.

Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Khawarizmi

Al-Jazari juga merancang lima mesin utama yang memanfaatkan tenaga air untuk menggantikan tenaga hewan. Salah satunya ditempatkan di Sungai Yazid, Damaskus, dan mampu memasok kebutuhan air untuk rumah sakit di tepi sungai tersebut. Mesin lainnya menggunakan balok dan tenaga hewan: balok digerakkan naik-turun melalui mekanisme roda gigi dan engkol— inilah penggunaan pertama engkol dalam mesin, yang baru dikenal di Eropa pada abad ke-15.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.