Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Tonggak pencapaian pertama adalah keberhasilan Maladewa (Maldives) pada 2025 menjadi negara pertama di dunia yang mencapai tiga eliminasi sekaligus (triple elimination) penularan ibu ke anak, yakni untuk HIV, sifilis, dan hepatitis B. Selain itu, Brazil tercatat sebagai negara berpenduduk padat pertama di Benua Amerika yang berhasil mengeliminasi penularan HIV dari ibu ke anak.
Tonggak pencapaian kedua dunia pada 2025 adalah eliminasi sejumlah penyakit tropis terabaikan (neglected tropical diseases/ NTD). WHO melaporkan bahwa Burundi, Mesir, dan Fiji berhasil mengeliminasi trachoma, sementara Guinea dan Kenya mengeliminasi penyakit tidur (sleeping sickness). Nigeria juga menjadi negara Afrika pertama yang mengeliminasi onchocerciasis atau river blindness.
Baca juga : Tujuh Kemajuan Imunisasi Dunia 2025
Tonggak pencapaian ketiga adalah penurunan kematian akibat tuberkulosis (TB). Dilaporkan bahwa angka kematian TB di kawasan WHo Afrika dan Eropa turun masing-masing sebesar 46 persen dan 49 persen dalam satu dekade terakhir, meski sayangnya tidak disebutkan untuk kawasan Asia Tenggara. Kendati demikian, TB masih menyebabkan sekitar 1,2 juta kematian di dunia. WHO juga menegaskan bahwa pengendalian TB harus disertai penanganan faktor risiko terkait, seperti HIV, diabetes, kebiasaan merokok, dan kurang gizi.
Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius di negara kita, yang kini merupakan penyumbang kasus TB terbanyak kedua di dunia. Padahal sebelumnya Indonesia berada di peringkat kelima, kemudian naik ke peringkat keempat, ketiga, dan dalam dua tahun terakhir tercatat sebagai peringkat kedua dunia.
Baca juga : Tuberkulosis Di Bencana Banjir
Tonggak pencapaian keempat dunia adalah terkait malaria. Pada 2025, tiga negara dinyatakan bebas malaria, yakni Georgia, Suriname, dan TimorLeste— tetangga kita. Selain itu, pada tahun yang sama terdapat tambahan tujuh negara Afrika yang mulai memberikan vaksin malaria kepada warganya. Dengan demikian, total kini menjadi 24 negara, mencakup lebih dari 10 juta anak.
Tonggak pencapaian kelima adalah peningkatan berbagai program vaksinasi, termasuk untuk pencegahan meningitis, pneumonia, polio, rotavirus, dan HPV (human papillomavirus), penyebab utama kanker serviks. Pada 2025, terdapat delapan negara –termasuk Indonesia– yang memperluas vaksinasi HPV dan melakukan skrining kanker serviks, yaitu Bhutan, Brazil, China, Indonesia, Nigeria, Tajikistan, Pakistan, dan Rwanda.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.