Dark/Light Mode
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Pada November 2025, WHO baru saja menerbitkan laporan terbaru tuberkulosis (TB) dunia, “WHO Global TB Report 2025”, yang menyajikan data hingga tahun 2024. Setidaknya terdapat sepuluh poin penting terkait Indonesia dalam laporan tersebut.
Pertama, Indonesia tetap berada di peringkat kedua dunia sebagai penyumbang kasus TB terbanyak. Di dunia terdapat 30 negara penyumbang 87% perkiraan kasus baru TB global. Delapan negara menyumbang dua pertiga kasus, yaitu India (25%), Indonesia (10%), Filipina (6,8%), Tiongkok (6,5%), Pakistan (6,3%), Nigeria (4,8%), Republik Demokratik Kongo (3,9%), dan Bangladesh (3,6%).
Menariknya, Tiongkok yang sebelumnya berada di peringkat kedua dunia, dalam beberapa tahun terakhir turun menjadi peringkat keempat, berada di bawah Indonesia dan Filipina, meski memiliki populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa.
Kedua, Indonesia disebut sebagai negara dengan kontribusi peningkatan kasus TB tertinggi di dunia antara 2020–2023, disusul Filipina dan Myanmar.
Baca juga : Hari Kesehatan Dan Hari Pneumonia
Ketiga, terdapat 37 negara dengan angka insiden (kasus baru) TB yang lebih tinggi 5% dibandingkan tahun 2015. Tiga negara di Asia yang masuk kategori ini adalah Indonesia, Myanmar dan Filipina.
Keempat, pada 2024 terdapat lima negara dengan kesenjangan (gap) tertinggi, dalam bentuk persentase, antara perkiraan jumlah kasus baru dan kasus yang terdiagnosis. Indonesia kembali menempati posisi pertama dengan angka kesenjangan 10%, disusul India (8,8%), Filipina (7,5%), Pakistan (7,2%), dan Tiongkok (6,9%). WHO menegaskan pentingnya peningkatan penemuan kasus dan pengobatan di negara-negara ini.
Kelima, Indonesia juga menempati peringkat pertama dalam kesenjangan jumlah kasus baru TB secara absolut (jumlah, bukan persentase). Sepuluh negara dengan gap terbesar adalah Indonesia, India, Filipina, Pakistan, Tiongkok, Myanmar, Republik Demokratik Kongo, Nigeria, Vietnam, dan Bangladesh.
Keenam, Indonesia termasuk satu dari lima negara yang menyumbang 60% kesenjangan antara perkiraan jumlah kasus TB resisten (MDR/RR-TB) dan jumlah yang mendapatkan pengobatan pada 2024. Rinciannya: India (33%), Filipina (9,3%), Indonesia (7,3%), Tiongkok (6,1%), dan Pakistan (4,1%).
Baca juga : Perhatikan Tuberkulosis Tanpa Gejala
Ketujuh, dari 30 negara dengan beban TB terbesar, terdapat 24 negara yang berhasil mencapai cakupan layanan minimal 80%. Indonesia termasuk di dalamnya, bersama Angola, Azerbaijan, Bangladesh, Belarus, Tiongkok, India, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Mongolia, Myanmar, Nigeria, Papua Nugini, Peru, Moldova, Rusia, Somalia, Afrika Selatan, Tajikistan, Ukraina, Uzbekistan, Vietnam, Zambia, dan Zimbabwe.
Kedelapan, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara lower-middle-income yang mengalami peningkatan belanja kesehatan. Negara lain dalam kelompok ini adalah Bangladesh, India, Kenya, Lesotho, Mongolia, Myanmar, Filipina, dan Vietnam. Kesembilan, Indonesia tetap termasuk negara dengan beban tinggi TB secara keseluruhan, TB–HIV, dan TB resisten MDR/RR, bersama Tiongkok, Republik Demokratik Kongo, India, Mozambik, Myanmar, Nigeria, Filipina, Afrika Selatan, dan Zambia.
Kesepuluh, WHO mengelompokkan negara menjadi enam kategori tingkat endemisitas TB, dari tinggi hingga rendah. Kategori 1 (endemik berat), 2 (endemik tinggi), 3 (endemik), 4 (sedang atas), 5 (sedang bawah), dan 6 (rendah). Indonesia masuk kategori 2, yaitu endemik tinggi (highly endemic). Di kawasan WHO Western Pacific Region (WPRO), hanya tiga negara yang masuk kategori ini: Indonesia, Kepulauan Marshall, dan Mongolia.
Sepuluh poin dalam “WHO Global TB Report 2025” ini menjadi bahan sangat penting bagi pelaksanaan program pengendalian tuberkulosis di Indonesia, baik saat ini maupun untuk tahun-tahun mendatang.
Baca juga : Pentingnya Skrining Dan Pencegahan Dalam Penanggulangan Tuberkulosis
Oleh: Prof Tjandra Yoga Aditama
-Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University Australia
-Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Kepala Balitbangkes
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
- Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.