Pemerhati Kesehatan
Sebelumnya
Selain itu, angka kematian akibat campak dunia juga turun 88 persen antara tahun 2000 hingga 2024. Namun di sisi lain, infeksi campak masih terus terjadi, termasuk di berbagai provinsi di Indonesia, bahkan menimbulkan kematian anak bangsa. WHO menegaskan bahwa untuk mengendalikan campak di suatu negara diperlukan cakupan dua dosis vaksin campak minimal 95 persen—sebuah target yang harus dicapai. WHO juga mencatat bahwa 89 persen bayi di dunia telah menerima setidaknya satu dosis vaksin difteri, tetanus, dan polio (DTP).
Baca juga : Tujuh Kemajuan Imunisasi Dunia 2025
Laporan Tahunan Kesehatan Dunia WHO edisi Desember 2025 ini tentu tidak hanya membahas penyakit menular. Disajikan pula berbagai tonggak pencapaian kesehatan dunia di bidang hidup lebih sehat, penyakit tidak menular, kesehatan jiwa, edukasi kesehatan, kesehatan perkotaan, tantangan iklim, pencegahan krisis kesehatan sebelum terjadi, serta penanganan konflik kesehatan.
Baca juga : Tuberkulosis Di Bencana Banjir
Akan sangat baik bila Kementerian Kesehatan juga menyajikan gambaran menyeluruh berbagai aspek kesehatan nasional sepanjang 2025, bukan sekadar sebagai kilas balik, melainkan terutama sebagai pijakan untuk perbaikan ke depan demi peningkatan derajat kesehatan bangsa kita.
Baca juga : WNI Dengan Kusta Di Rumania
Oleh: Prof. Tjandra Yoga Aditama
• Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University, Australia
• Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara.
• Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit, serta Kepala Balitbangkes
• Penerima Rakyat Merdeka award 2022 Bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
• Penerima Rekor MURI April 2024
• Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024–PERSI
• Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.