BREAKING NEWS
 

Sosiologi Korupsi (16)

Gratifikasi Spiritual Bisa Membahayakan

Rabu, 21 Januari 2026 06:15 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Gratifikasi spiritual Iblis kepada Abu Hurairah, sebagaimana diuraikan dalam artikel terdahulu, menyisakan penyesalan mendalam bagi Abu Hurairah. Pengalaman tersebut nyatanya sering terjadi di tengah masyarakat kita.

Meski bentuknya berbeda, sifatnya tetap sama: membuat seseorang terpedaya hingga akhirnya melakukan tindakan yang menyalahi ketentuan perundang-undangan serta kaidah sosial yang berlaku.

Sebagai contoh, seseorang mendatangi tokoh spiritual—baik itu kiai, ulama sepuh, resi, pendeta, pastor, atau bahkan dukun—untuk mencapai hajat besar melalui bantuan sang tokoh.

Baca juga : Gratifikasi Spiritual

Sang tokoh spiritual bersedia menolong dengan caranya sendiri, namun dengan catatan: jika berhasil, pemohon harus memenuhi persyaratan yang akan ditentukan kemudian.

Setelah keinginan tercapai, sang tokoh spiritual mulai mengajukan berbagai permintaan. Mau tidak mau, pihak yang ditolong harus mengabulkannya karena merasa berada di bawah tekanan (under pressure).

Terkadang, sang tokoh membawa rekanan untuk dimenangkan dalam proyek, menitipkan anggota keluarga agar dipekerjakan di instansi terkait, hingga mengajukan proposal (baik fiktif maupun bermasalah). 

Baca juga : Gratifikasi Seksual

Ada pula yang meminta diberangkatkan umrah atau mengundang pejabat untuk melegitimasi lembaga yang dipimpinnya. Kehadiran pejabat tersebut kemudian dijadikan alat pencitraan (public relations) untuk menarik pengguna jasa berikutnya.

Terkadang, gratifikasi spiritual ini jauh lebih berbahaya daripada sekadar gratifikasi uang atau materi. Tokoh spiritual tersebut bisa terus-menerus menyandera pejabat yang dibantunya dengan ancaman supranatural—terlebih jika ia memang "profesional" di bidang ini. Banyak sosok semacam ini bergentayangan dengan menawarkan benda-benda sakral seperti cincin permata, keris, atau jimat "bertuah".

Adsense

Ada pula makelar atau perantara yang memanfaatkan nama besar sang tokoh. Mungkin sang tokoh spiritual itu sendiri berniat baik, namun ada perantara yang secara profesional mengomersialkan kewibawaannya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense