Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Banyak hadis Nabi menceritakan bahwa Rasulullah SAW sangat tegas dalam menyikapi segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Reaksi keras Nabi terhadap praktik KKN terutama tampak setelah beliau hijrah ke Madinah, khususnya ketika pertumbuhan ekonomi Madinah semakin membaik.
Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan ekonomi tersebut, berbagai penyimpangan dan penyelewengan dalam masyarakat pun mulai bermunculan. Pada titik inilah Nabi mengambil langkah-langkah tegas terhadap para pelaku korupsi.
Baca juga : Korupsi Berjamaah Kaum Madyan
Seolah Nabi menyadari bahwa laju pertumbuhan ekonomi tidak mungkin dapat bertahan dalam masyarakat yang spekulatif dan koruptif. Oleh karena itu, beliau bersikap sangat tegas terhadap berbagai bentuk permainan spekulasi harga, terlebih lagi perjudian dan tindakan korupsi.
Suatu saat Nabi menghadapi kenyataan yang sangat pahit. Putri tunggalnya, Fatimah, meminjam sebuah kalung perhiasan yang berasal dari harta rampasan perang (ganimah) dari seorang prajurit Nabi. Usamah—yang kelak menjadi Panglima Angkatan Perang—menyampaikan peristiwa tersebut kepada Nabi. Mengetahui hal itu, Nabi langsung bereaksi keras sebagaimana dijelaskan dalam hadis Bukhari-Muslim yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Nabi mengecam perbuatan tersebut dengan bersabda:
Baca juga : Gratifikasi Spiritual Bisa Membahayakan
“Sesungguhnya umat-umat sebelum kalian hancur karena apabila orang terpandang mencuri, mereka membiarkannya, dan apabila orang lemah mencuri, mereka menegakkan hukuman atasnya. Demi Zat yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.”
(HR Bukhari-Muslim)
Bagi Nabi Muhammad SAW, keadilan di mata Allah SWT berada di atas segala-galanya. Jika Nabi Ibrahim AS rela mengorbankan putra kesayangannya, Ismail, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, maka sumpah Nabi Muhammad SAW tersebut juga merupakan wujud keseriusan beliau dalam menegakkan keadilan, meskipun hal itu harus menyentuh anak tunggal yang sangat dicintainya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.