BREAKING NEWS
 

Lemhannas RI, Wawasan Nusantara, Dan Asta Cita Dalam Kepemimpinan Nasional

Selasa, 10 Februari 2026 07:58 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Asta Cita juga menekankan penguatan tata kelola peme­rintahan. Di sinilah kepemim­pinan nasional diuji. Reformasi birokrasi tidak cukup dimaknai sebagai penyederhanaan prosedur, tetapi sebagai upaya me­ningkatkan kapasitas negara dalam merespons tantangan strategis. Kepemimpinan yang berwawasan nusantara ­mampu menyinergikan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil dalam satu arah pembangunan.

Maka kepemimpinan nasional dituntut mampu menghadirkan Pancasila bukan sekadar seba­gai slogan, tetapi sebagai nilai hidup dalam kebijakan publik. Lemhannas RI menempatkan Wawasan Nusantara sebagai kompas strategis dalam membentuk kepemimpinan ­nasional yang mampu membaca arah ­zaman dan merespons dinamika global yang semakin tidak pasti. Di tengah pergeseran geopolitik, rivalitas kekuatan besar, serta ancaman multidimensional yang kian kompleks, Wawasan Nusantara berfungsi sebagai cara pandang yang menyatukan kesadaran geopolitik, ideologis, dan kebijakan pembangunan nasional.

Baca juga : Pancasila Sebagai Kompas Pemerintahan Daerah Dalam Mewujudkan Keadilan Sosial

Melalui perspektif inilah para pemimpin bangsa diarahkan ­untuk tidak terjebak pada pendekatan jangka pendek, melainkan membangun kebijakan negara yang berakar pada persatuan wilayah, kepen­tingan nasional, dan ke­tahanan jangka panjang. Dalam kerangka ini pula kepemimpinan yang ber­wawasan nusantara dan ber­orientasi pada Asta Cita, bukan­lah pilihan tambahan atau pelengkap administratif, ­melainkan kebutuhan strategis negara.

Asta Cita menuntut kepemimpinan yang mampu meng­integrasikan visi pembangunan dengan kesadaran geopolitik dan keadilan antarwilayah. Tanpa landasan Wawasan Nusantara, agenda pembangunan berisiko terfragmentasi, kehilangan arah kebangsaan, dan gagal menjawab tantangan struktural bangsa. Ketika visi ke­bangsaan ini diinternalisasi secara konsisten dalam sikap dan kebijakan pemimpin nasional, Indonesia tidak hanya berada pada posisi bertahan menghadapi tekanan global, tetapi mampu berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat, bersatu, dan bermartabat.

Baca juga : Peran Pemerintahan Desa di Era Geopolitik Saat Ini: Bangun Desa, Bangun Indonesia

Ketahanan Nasional tumbuh bukan semata dari kekuatan material, melainkan dari ­kejelasan arah, kesatuan pandang, dan keteguhan nilai. Dalam konteks inilah Wawasan Nusantara menjelma bukan sekadar konsep strategis, melainkan kesadaran kolektif yang menuntun perjalanan Indonesia di tengah arus besar perubahan dunia.

Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Pemerhati ­Geopolitik, dan Geostrategi, serta ­Manajemen Pemerintahan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense