Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - RSV (Respiratory Syncytial Virus) belum terlalu banyak dikenal oleh masyarakat kita. Padahal virus ini merupakan penyebab penting infeksi saluran napas, setidaknya karena tiga alasan.
Pertama, jika melihat data berbagai organisasi internasional terkait surveilans virus infeksi saluran napas, ada tiga virus yang biasanya dipantau: influenza, Covid-19, dan RSV.
Kedua, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) pada 19 Desember 2025, sekitar tiga bulan lalu, menyebut RSV sebagai salah satu penyebab utama infeksi saluran napas bawah pada anak. Virus ini juga menjadi penyebab penting penyakit paru berat pada kelompok lanjut usia.
Ketiga, WHO mencatat RSV menyebabkan lebih dari 3,6 juta kasus perawatan di rumah sakit setiap tahun dan sekitar 100 ribu kematian pada anak-anak di seluruh dunia. Dampaknya tentu tidak bisa dianggap kecil. Karena itu, akan sangat baik jika tersedia pula data surveilans RSV yang rinci di Indonesia.
Baca juga : SIM Keliling Jalarta Senin 9 Maret, Hadir di 5 Lokasi
Mari mengenal virus ini lebih jauh. Respiratory Syncytial Virus (RSV) merupakan virus RNA dari famili Pneumoviridae, bersama HMPV (human metapneumovirus). Virus ini terdiri dari dua genotipe, yaitu A dan B.
HMPV sempat banyak dibicarakan pada awal 2025 ketika terjadi peningkatan kasus influenza dan HMPV di China. Hal itu pernah saya tulis di Rakyat Merdeka (RM.id) pada 4 Januari 2025 dengan judul “Virus HMPV di Awal 2025”.
Saat itu situasi HMPV cukup merebak hingga masuk dalam laporan Diseases Outbreak News (DONs) WHO, sebagaimana juga saya tulis di Rakyat Merdeka pada 10 Januari 2025 berjudul “HMPV dan DONs WHO”.
Kembali ke RSV. Virus ini merupakan patogen yang spesifik menyerang manusia dan menginfeksi sel-sel saluran napas, mulai dari hidung hingga paru-paru. RSV dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit. Sebagian besar berupa infeksi saluran napas atas yang ringan, tetapi pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi infeksi paru yang sangat berat.
Baca juga : Vaksin Lengkap Dan Kejadian Campak
Bayi, terutama yang berusia di bawah enam bulan, memiliki risiko paling tinggi mengalami infeksi berat. Kelompok lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta juga lebih berisiko mengalami penyakit berat. Contohnya penderita asma bronkial, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), serta penyakit jantung kongestif.
Gejala biasanya muncul empat hingga tujuh hari setelah seseorang terinfeksi virus. Pada awalnya muncul gejala infeksi saluran napas atas seperti pilek, nyeri tenggorok, sakit kepala, lemah, dan demam. Jika infeksi berlanjut ke paru-paru, gejala dapat berkembang menjadi batuk, sesak napas, napas cepat, penyempitan saluran napas, serta bunyi mengi (wheezing).
Gangguan paru yang berat dapat menurunkan kadar oksigen, menyebabkan kelelahan otot pernapasan, dan pada sebagian kasus bahkan berujung kematian. Pada kelompok lanjut usia, infeksi RSV juga dapat memicu eksaserbasi penyakit paru maupun jantung yang telah ada sebelumnya.
Hingga kini belum ada obat antivirus yang secara spesifik mengatasi infeksi RSV. Namun demikian, sudah tersedia vaksin untuk mencegah penyakit ini. WHO menyatakan ada tiga vaksin yang telah mendapat lisensi untuk pencegahan RSV pada bayi. Dua di antaranya berupa antibodi monoklonal kerja panjang (long-acting monoclonal antibodies) yang diberikan kepada bayi. Satu lagi adalah vaksin yang diberikan kepada wanita hamil pada trimester akhir.
Baca juga : 12 Tips Puasa Sehat
Imunisasi pada ibu hamil ini memungkinkan antibodi ditransfer ke bayi melalui plasenta sehingga dapat memberikan perlindungan hingga bayi berusia sekitar enam bulan.
Selain itu, WHO juga menyebutkan terdapat tiga vaksin yang dilisensikan untuk mencegah penyakit berat akibat RSV pada kelompok lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti gangguan paru dan jantung.
Di Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) pada awal 2025 menyampaikan rekomendasi vaksinasi RSV bagi orang dewasa berusia 60 tahun ke atas. Rekomendasi ini terutama ditujukan kepada kelompok dengan komorbid yang meningkatkan risiko infeksi RSV berat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.