Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Kita sangat berduka atas pemberitaan di berbagai media massa mengenai wafatnya seorang dokter di Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada 26 Maret lalu akibat campak dengan komplikasi pneumonia. Bagi saya, duka ini terasa lebih mendalam karena almarhum merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Karena itu, para guru besar FKUI dan rekan-rekan sesama alumni FKUI turut merasakan kehilangan yang mendalam.
Ada lima hal yang dapat disampaikan terkait kejadian ini. Pertama, campak dengan komplikasi pneumonia pada orang dewasa merupakan penyakit berat yang dapat berujung fatal dan mematikan. Kedua, pneumonia berat memang menjadi penyebab utama kematian pada infeksi virus campak.
Baca juga : Mudik Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Ketiga, tingkat keparahan penyakit ditandai setidaknya oleh tiga hal, yakni demam tinggi, radang paru, dan gagal napas. Keempat, pengobatan pada dasarnya bersifat suportif, seperti pemberian oksigen dan vitamin A dosis tinggi. Di luar negeri memang pernah digunakan obat antivirus seperti ribavirin, namun hingga kini belum memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Kelima, terkait vaksinasi campak pada orang dewasa. Laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada 3 Maret 2026 menyampaikan dua hal penting. Pertama, prioritas vaksinasi campak pada dewasa antara lain tenaga kesehatan, orang yang bepergian ke daerah dengan wabah campak, serta kelompok berisiko lainnya. Kedua, secara umum vaksin campak pada dewasa diberikan satu dosis, meskipun pada kondisi tertentu dapat diberikan dua dosis, tergantung faktor risiko.
Baca juga : Menag: Mari Kita Jaga Spirit Ramadan Sepanjang Tahun
Kita sangat berduka atas wafatnya sejawat dokter di usia yang masih sangat muda ini. Penyakit campak masih menjadi masalah kesehatan penting di Indonesia, demikian pula berbagai penyakit menular lainnya. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, Indonesia menempati peringkat kedua dalam kejadian luar biasa (KLB) campak di dunia. Diperlukan kerja keras untuk melindungi masyarakat dari ancaman campak dan penyakit menular lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.