Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam penanggulangan tuberkulosis (TB) di negara kita, perlu dibahas kemungkinan penggunaan dana desa.
Setidaknya ada tiga hal terkait dana desa yang baik jika juga dialokasikan untuk pengendalian TB di desa. Pertama, walaupun mungkin ada pengurangan anggaran, yang terpenting adalah bagaimana pemanfaatan dana yang ada. Tentu akan lebih baik jika digunakan secara tepat sasaran, termasuk untuk TB.
Baca juga : Insiden Penyiraman Air Keras Di Bekasi, Presiden KSPSI Minta Penanganan Serius
TB merupakan masalah bangsa karena Indonesia menempati peringkat kedua di dunia, yang tentunya bermula dari kasus-kasus di desa (dan kota) yang kemudian terkompilasi menjadi data nasional. TB juga merupakan salah satu prioritas dalam Asta Cita yang memerlukan implementasi nyata hingga ke pedesaan. Karena itu, sudah sangat tepat jika dana desa secara proporsional digunakan untuk pengendalian TB di desa.
Kedua, untuk TB sebenarnya kebutuhan anggaran di desa tidak terlalu besar. Obat TB dan alat diagnosis (yang keduanya membutuhkan biaya) sudah disediakan oleh pemerintah pusat, sehingga tidak memerlukan dana desa.
Baca juga : Diplomasi Anabul, Prabowo Hadiahkan Baju Untuk Anjing Peliharaan Presiden Korsel
Jika kondisi pasien memburuk dan membutuhkan perawatan di rumah sakit, hal tersebut juga dapat ditanggung oleh program BPJS Kesehatan. Dengan demikian, dana desa lebih difokuskan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat, kader kesehatan, penyuluhan, dan lain-lain.
Ketiga, pemerintah pusat juga dapat memberikan bantuan finansial langsung kepada pasien TB di desa. Di India, misalnya, pemerintah pusat memiliki program Nikshay Poshan Yojana (NPY), di mana pasien TB dapat menerima insentif sebesar 500 rupee per bulan selama menjalani pengobatan.
Baca juga : Gempa Guncang Bitung dan Ternate, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Terkendali
Hal yang juga sangat penting adalah agar kepala desa dan tokoh masyarakat memberikan perhatian besar kepada pasien TB di wilayahnya. Bentuknya antara lain mendukung dalam tiga hal: pertama, mendorong warga dengan gejala yang mengarah ke TB untuk memeriksakan diri (alat pemeriksaan seharusnya sudah tersedia di puskesmas setempat); kedua, mendukung dan memastikan pasien TB mengonsumsi obat hingga tuntas; dan ketiga, menjamin tidak adanya stigma terhadap pasien TB dan keluarganya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.