Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Insiden Penyiraman Air Keras Di Bekasi, Presiden KSPSI Minta Penanganan Serius
Kamis, 2 April 2026 20:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Insiden penyiraman air keras menimpa staf PC KEP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Bekasi, Tri Wibowo, di kawasan Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat.
Peristiwa itu terjadi saat korban berjalan menuju musala untuk salat Subuh, Kamis (2/4/2026). Di lokasi kejadian, dua orang tak dikenal sempat terlihat berputar menggunakan sepeda motor.
Tak lama kemudian, salah satu pelaku mendekati korban dan menyiramkan air keras. Setelah itu, keduanya langsung melarikan diri.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar serius. Pakaian yang dikenakan juga rusak akibat cairan tersebut.
Baca juga : Hemat Sani-sini, Pemerintah Kencangkan Ikat Pinggang
Korban sempat mendapatkan penanganan di RS Primaya Bekasi. Namun, karena luka yang dialami cukup berat, ia dirujuk ke RSCM Jakarta untuk perawatan lanjutan.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Proses penyelidikan dilakukan untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea meminta aparat segera menuntaskan kasus tersebut. Ia berharap penanganan dilakukan secara serius dan menyeluruh.
“Kami meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku,” ujar Andi Gani.
Baca juga : Hendardi: Pemerintah Harus Membentuk TGPF
Ia juga memastikan KSPSI akan mengawal proses hukum hingga tuntas. Menurutnya, perlindungan terhadap pekerja harus menjadi perhatian bersama.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap peredaran bahan berbahaya seperti air keras agar tidak disalahgunakan.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni menyampaikan bahwa pelaku telah diamankan. Polisi juga akan segera memaparkan perkembangan kasus tersebut kepada publik.
“Pelaku sudah ditangkap,” kata Sumarni.
Baca juga : DPR Rela Potong Gaji
Pihak kepolisian berencana menggelar konferensi pers pada Jumat (3/4/2026) untuk menjelaskan kronologi dan perkembangan penanganan kasus tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya