Dark/Light Mode

Arus Balik Meningkat, Pelabuhan Gilimanuk–Ketapang Lancar Terkendali

Senin, 23 Maret 2026 17:40 WIB
Arus balik di penyeberangan  Gilimanuk-Kepatang  saat arus balik mulai meningkat. (Foto: Dok ASDP,)
Arus balik di penyeberangan Gilimanuk-Kepatang saat arus balik mulai meningkat. (Foto: Dok ASDP,)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pergerakan arus balik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Bali dan Jawa melalui Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk mulai meningkat.

Namun, di tengah eskalasi trafik tersebut, layanan di kedua sisi pelabuhan tetap berlangsung lancar, tertib, dan berada dalam kendali optimal.

Sejak akhir pekan, arus kendaraan bergerak dengan ritme yang stabil tanpa lonjakan antrean signifikan.

Hal ini ditopang oleh pengaturan operasional yang adaptif, kesiapan armada, serta orkestrasi layanan yang terkoordinasi lintas stakeholder.

Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano, mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menentukan waktu perjalanan. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Kamis (26/3/2026) hingga Sabtu (28/3/2026).

"Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu di luar periode puncak, sehingga perjalanan tetap nyaman tanpa harus menghadapi antrean,” ujar Yossi dalam ketetangannya, Senin (23/3/2026). 

Baca juga : Layanan Penyeberangan Kembali Dibuka, Gilimanuk Tetap Lancar dan Terkendali

Yossi menegaskan pentingnya pembelian tiket secara mandiri melalui platform digital Ferizy, serta memastikan kedatangan di pelabuhan sesuai jadwal pada tiket.

"Kini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pengguna jasa wajib membeli tiket melalui Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60. Hindari pembelian melalui calo atau agen tidak resmi untuk mencegah potensi kerugian,” ujarnya. 

Selain itu, Yossi mengingatkan agar pengguna jasa mengisi data identitas secara lengkap dan benar saat pemesanan tiket guna mendukung akurasi manifest dan keselamatan pelayaran.

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, memastikan operasional di lintasan Ketapang–Gilimanuk berjalan sesuai skenario pengendalian arus balik.

"Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Pola kedatangan yang merata membuat proses bongkar muat kapal berlangsung cepat dan efisien tanpa hambatan berarti,” ujar Arief.

Ia menambahkan, optimalisasi jumlah trip dan pengaturan pola sandar kapal menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran layanan di tengah peningkatan volume.

Trafik Naik, Layanan Tetap Stabil

Baca juga : Prabowo: Hilirisasi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas

Data operasional menunjukkan bahwa peningkatan trafik terjadi secara signifikan, namun tetap terkendali.

Dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada Minggu (22/3) atau Hari H tercatat 156 trip kapal dengan total 23.929 penumpang, tumbuh 9,5 persen dibandingkan tahun lalu.

Kendaraan roda dua menjadi kontributor utama dengan 3.995 unit, diikuti roda empat 2.948 unit, truk 298 unit, dan bus 136 unit.

Secara total, kendaraan mencapai 7.377 unit atau meningkat 14,3 persen, mencerminkan tingginya mobilitas arus balik dari Bali menuju Jawa yang tetap mampu diakomodasi dengan baik oleh kapasitas layanan.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga Hari H, jumlah penumpang dari Bali ke Jawa mencapai 541.215 orang atau meningkat 5,1 persen, dengan total kendaraan 172.689 unit atau tumbuh 6 persen.

Sementara itu, dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang, tercatat 162 trip kapal dengan total 26.424 penumpang. Lonjakan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 3.713 unit atau naik 37,3 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca juga : Pastikan Arus Logistik & Penumpang Lancar, Pelindo Multi Terminal Siaga Lebaran

Kendaraan logistik juga menunjukkan pertumbuhan tajam dengan 288 unit atau meningkat 64,6 persen, menandakan aktivitas distribusi barang tetap berjalan dinamis di tengah periode arus balik.

Adapun kendaraan roda empat tercatat 3.320 unit dan bus 219 unit, dengan total kendaraan mencapai 7.540 unit atau tumbuh 4,2 persen.

Secara kumulatif, pergerakan dari Jawa ke Bali sejak H-10 hingga Hari H mencapai 246.892 penumpang dengan total 51.514 kendaraan.

ASDP menegaskan komitmennya menjaga kelancaran arus balik melalui kesiapan armada, penguatan digitalisasi layanan, serta pengendalian operasional yang responsif.

"Dengan distribusi trafik yang terjaga dan kedisiplinan pengguna jasa, lintasan Gilimanuk–Ketapang diyakini tetap mengalir lancar hingga puncak arus balik terlewati," ujar Arief.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.