BREAKING NEWS
 

Prabowo Terbang Ke Moskow, Indonesia Masuk Fase Sangat Aman

Selasa, 14 April 2026 15:02 WIB
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia hari ini berada dalam kondisi yang terkendali dan stabil. Pemerintah menegaskan secara terbuka bahwa situasi nasional berada dalam keadaan aman, dengan sistem yang bekerja dan negara yang hadir penuh dalam mengelola dinamika. Pernyataan bahwa “semuanya terkendali” menjadi fondasi kepercayaan bahwa Indonesia sedang berada dalam fase yang matang secara politik dan keamanan.

Stabilitas ini tidak berdiri sendiri. Ia lahir dari kemampuan negara menjaga keseimbangan antara keamanan, ketertiban sosial, dan ketahanan pasokan strategis. Dalam kerangka ini, Indonesia menunjukkan satu hal yang penting: negara tidak hanya bertahan, tetapi mulai menguat dan bergerak dengan arah yang jelas.

Di tengah fondasi domestik yang kokoh ini, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis dengan melakukan kunjungan kerja ke Moskow pada 13 April 2026. Lawatan ini tidak dibangun sebagai simbol, melainkan sebagai keputusan geopolitik yang terukur. Agenda utama yang dibawa adalah diplomasi energi—sebuah respons langsung terhadap tekanan global yang sedang terjadi.

Dunia saat ini menghadapi ketidakpastian besar dalam pasokan energi. Konflik di Timur Tengah telah mengguncang stabilitas suplai global. Dalam situasi seperti ini, banyak negara mulai mencari alternatif sumber energi untuk menjaga ketahanan nasional mereka. Indonesia membaca situasi ini dengan tenang, tanpa kepanikan, tetapi dengan perhitungan yang matang.

Baca juga : Prabowo: Pembicaraan Indonesia-Rusia Sangat Produktif

Langkah Presiden Prabowo ke Rusia menjadi sangat relevan dalam konteks ini. Rusia bukan hanya negara besar dalam geopolitik, tetapi juga salah satu pemain utama dalam energi global. Pertemuan dengan Vladimir Putin membuka ruang pembahasan strategis, mulai dari kemitraan energi hingga isu internasional yang lebih luas.

Dalam arah kebijakan yang mulai terlihat, Indonesia tidak hanya berusaha mengamankan pasokan energi jangka pendek. Ada pandangan yang lebih jauh: dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Indonesia diarahkan untuk mampu mengurangi, bahkan melepaskan ketergantungan impor minyak dari kawasan Timur Tengah. Ini adalah lompatan besar dalam strategi ketahanan energi nasional.

Pernyataan ini menunjukkan tingkat kepercayaan diri negara yang tinggi. Indonesia tidak lagi semata-mata menjadi konsumen dalam sistem energi global, tetapi mulai menata ulang posisinya sebagai negara yang mandiri dan memiliki pilihan.

Adsense

Kekuatan ini hanya mungkin muncul ketika stabilitas domestik benar-benar terjaga. Di dalam negeri, indikator ketertiban terlihat jelas. Pengamanan arus mudik berjalan baik, distribusi energi terjaga, dan kehidupan sosial tetap dalam kondisi terkendali. Negara hadir, bekerja, dan memastikan semua berjalan sesuai arah.

Baca juga : Mudah dan Cepat, BSI Kenalkan Investasi Emas Sasar Anak Muda

Dalam perspektif hubungan internasional, kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang memasuki fase yang lebih percaya diri. Diplomasi tidak lagi bersifat reaktif, tetapi proaktif. Negara mampu membaca situasi global, menentukan posisi, dan bergerak dengan tenang tanpa kehilangan kendali.

Rusia dalam hal ini menjadi mitra strategis yang relevan. Negara tersebut telah menunjukkan bagaimana stabilitas internal dapat berjalan berdampingan dengan kekuatan global. Dalam pengalaman saya berinteraksi langsung dengan Rusia, terlihat bagaimana ketertiban sosial dan arah negara dijaga dengan konsisten. Ini menjadi pelajaran penting dalam membaca dinamika global secara objektif.

Hubungan Indonesia dan Rusia sendiri memiliki akar sejarah yang panjang sejak era Presiden Soekarno. Hubungan ini dibangun atas dasar kesamaan pandangan tentang kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Hari ini, hubungan itu kembali mendapatkan bentuknya dalam konteks yang lebih modern: energi, geopolitik, dan kerja sama strategis.

Dalam kerangka ini, langkah Presiden Prabowo ke Moskow bukan sekadar perjalanan diplomatik. Ini adalah pernyataan arah bahwa Indonesia tenang, Indonesia kuat, dan Indonesia siap mengambil peran lebih besar dalam percaturan global.

Baca juga : Narasi Pemakzulan Prabowo Tak Berdasar, Inflasi dan Defisit Masih Aman

Indonesia tidak bergerak dalam kegaduhan. Indonesia bergerak dalam ketenangan. Justru dalam ketenangan itulah kekuatan sebuah negara terlihat dengan jelas.

Oleh: Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si.

Visiting Professor, Tomsk State University, Rusia

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense