Dark/Light Mode

Di Tengah Krisis Global, Pupuk Indonesia Jaga Pasokan Pangan RI

Minggu, 5 April 2026 17:56 WIB
Foto: Pupuk Indonesia
Foto: Pupuk Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-14 perusahaan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengatakan, pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri tetap menjadi prioritas utama sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.

“Di tengah dinamika global, prioritas kami tetap memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi dengan baik,” ujar Rahmad dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (5/4/2026).

Ia menambahkan, dengan kapasitas produksi yang dimiliki, Indonesia juga memiliki peluang untuk berkontribusi dalam menjaga keseimbangan pasokan pupuk global.

“Setelah kebutuhan domestik terpenuhi, terdapat potensi ekspor sekitar 1,5 hingga 2 juta ton yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung stabilitas pasar global,” katanya.

Baca juga : RS Anak Di Teheran Jaga Harapan Dan Senyuman

Menurut Rahmad, posisi strategis Indonesia sebagai salah satu produsen urea dunia tidak terlepas dari transformasi yang dijalankan secara konsisten untuk memperkuat fondasi industri pupuk nasional.

Pupuk Indonesia mencatat kapasitas produksi mencapai 14,8 juta ton per tahun, termasuk urea sebesar 9,4 juta ton. Dengan kapasitas tersebut, Indonesia dinilai memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi tekanan rantai pasok global.

Tekanan tersebut antara lain dipicu ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan yang berdampak pada jalur distribusi pupuk dunia.

Sejalan dengan tema HUT ke-14 “Transform, Sustain, Empower”, perusahaan terus melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari kebijakan subsidi, tata kelola distribusi, hingga penguatan struktur pembiayaan.

Upaya tersebut didukung kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang disempurnakan dengan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, yang mendorong sistem distribusi lebih efektif serta skema pembiayaan yang lebih adaptif.

Baca juga : PHE Perkuat Ketahanan Energi lewat Strategi Dual Growth

Perubahan skema subsidi dari cost plus menjadi market-based mechanism atau marked-to-market (MtM), serta dukungan pembayaran subsidi sebagian di muka, dinilai memberikan fleksibilitas finansial yang lebih kuat bagi perusahaan.

“Revitalisasi menjadi kunci untuk memastikan industri pupuk nasional tetap andal dan berdaya saing. Dalam lima tahun ke depan, kami menargetkan pembangunan dan revitalisasi tujuh pabrik,” ujar Rahmad.

Transformasi tersebut juga berdampak pada sektor pertanian, antara lain melalui penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat waktu sejak awal tahun selama dua tahun berturut-turut, serta penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen pada 2025.

Selain itu, penyerapan pupuk bersubsidi meningkat sebesar 31 persen pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Komisaris Utama Pupuk Indonesia, Sudaryono mengatakan, penguatan industri pupuk nasional menempatkan Indonesia pada posisi strategis di tengah gangguan rantai pasok global.

Baca juga : Tekan MoU, CCEP Indonesia Sinergikan Lingkungan Kerja

“Porsi pupuk dalam negeri pasti akan dipenuhi terlebih dahulu. Namun, dengan terganggunya pasokan global, banyak negara kini membutuhkan urea dari Indonesia,” ujar Sudaryono.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi Indonesia untuk turut menjaga keseimbangan pasokan pupuk global.

Ke depan, Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus memastikan ketersediaan pupuk yang terjangkau dan mudah diakses petani, serta memperkuat industri yang efisien dan berkelanjutan.

Dengan langkah tersebut, perusahaan diharapkan dapat terus menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menghadapi dinamika global yang terus berkembang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.