BREAKING NEWS
 

Mengenal Islam Berkeindonesiaan (7)

Islam Yang Berkultur Maritim

Sabtu, 11 Juli 2026 06:48 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Hampir semua agama diturunkan di tengah masyarakat yang berkultur daratan (continental culture), seperti Hindu, Buddha, Khonghucu, Yahudi, Nasrani, dan tidak terkecuali Islam. Sudah barang tentu, kitab-kitab suci agama-agama tersebut dipahami berdasarkan alam bawah sadar masyarakat yang berkultur daratan. Persoalannya, semua agama diturunkan untuk seluruh umat manusia tanpa membedakan jenis kelamin, etnis, warna kulit, kewarganegaraan, maupun kultur.

Setiap etnis memiliki hak-hak kultural (cultural rights). Jika masyarakat kontinental memiliki hak kultural untuk menafsirkan kitab suci, maka masyarakat yang berbudaya maritim (maritime cultures) juga memiliki hak untuk menafsirkan kitab suci sesuai dengan kondisi objektif mereka.

Secara antropologis dan sosiologis, kita dapat memetakan perbedaan cara pandang (worldview) dan kosmologi antara masyarakat kontinental dan masyarakat maritim. Masyarakat kontinental sering dicirikan sebagai masyarakat yang memiliki lapisan-lapisan sosial (social stratifi cation) yang beragam. Anggota masyarakatnya menempati kelas-kelas sosial (social structure) yang bertingkat-tingkat. Semakin tinggi kedudukan suatu kelompok, semakin besar pula hak-hak privasi (privacy) dan hak-hak istimewa (privilege) yang dimilikinya.

Baca juga : Senapas dengan Warisan Spiritual Bangsa

Dalam lintasan sejarah, elite masyarakat kontinental kerap dicirikan sebagai “tuan tanah”, memiliki peluang politik yang lebih besar untuk menguasai masyarakat, serta sering dijadikan sebagai rujukan dalam kehidupan sosial.

Sebaliknya, masyarakat maritim juga memiliki worldview dan kosmologi tersendiri (lihat artikel terdahulu di harian ini). Mereka umumnya dicirikan sebagai masyarakat yang lebih terbuka, egaliter, dengan stratifi kasi dan struktur sosial yang lebih sederhana.

Adsense

Bentuk alam berupa gugusan pulau dengan bentangan pantai yang panjang menjadikan mereka lebih terbuka dan lebih mudah menerima perbedaan. gugusan pulau dengan bentangan pantai yang panjang menjadikan mereka lebih terbuka dan lebih mudah menerima perbedaan.

Baca juga : Islam Yang Berkemelayuan

Filosofi masyarakat maritim adalah bahwa pantai merupakan milik bersama. Siapa pun berhak menambatkan perahu di pantai mana pun. Dengan demikian, wajar apabila masyarakatnya cenderung egaliter, akomodatif, adaptif, toleran, memiliki tenggang rasa, dan ramah. Karakter seperti ini tidak mudah ditemukan dalam masyarakat kontinental.

Mungkin di sinilah letak salah satu rahasia mengapa Tuhan menurunkan hampir semua agama di tengah masyarakat kontinental, terutama agama­agama besar seperti Hindu, Buddha, Yahudi, Kristen, Khonghucu, dan Islam. Demikian pula, para nabi dan rasul diutus di wilayahwilayah kontinental. Tidak dikenal adanya nabi atau rasul yang diutus di negeri maritim.

Salah satu kemungkinan alasannya ialah karena tantang kemanusiaan pada umumnya lebih banyak muncul dalam masyarakat kontinental. Sikap ketidakadilan, diskriminasi, dan penindasan lebih sering melekat pada masyarakat kontinental dibandingkan dengan masyarakat maritim.

Baca juga : Paralel Dengan Nasionalisme Indonesia

Di kawasan maritim seperti Nusantara, Tuhan tidak perlu menurunkan wahyu, nabi, ataupun rasul karena karakter dasarnya telah lebih lembut (soft). Cukuplah Allah mengutus Wali Songo sehingga masyarakat Nusantara dapat menjadi muslim dan muslimah yang baik.

Wali Songo mampu menyebarkan Islam di Nusantara dengan relatif mudah, tanpa melalui peperangan maupun ketegangan. Kemudahan masyarakat Nusantara dalam memeluk Islam terjadi karena nilai­nilai Islam dipandang bukan sebagai “benda asing”, melainkan telah memiliki kesesuaian dengan nilai­nilai yang hidup dan mengakar dalam diri mereka.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense