Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Islam menjunjung tinggi demokrasi dalam mendukung terwujudnya khaira ummah. Al-Qur’an sendiri menghadirkan beberapa contoh model demokrasi yang bermartabat.
Demokrasi di sini ialah suatu konsep kepemimpinan atau pemerintahan yang memberikan hak kepada semua orang tanpa membedakan jenis kelamin, status sosial, ekonomi, dan politik. Namun, demokrasi dalam Al-Qur’an tetap merujuk pada tatanan nilai dasar (supreme values) yang ditetapkan Tuhan.
Konsep demokrasi dalam Islam sudah pernah dibahas secara khusus dalam artikel terdahulu di harian ini. Di antara model demokrasi yang bernuansa keumatan dapat dilihat dalam pengalaman Ratu Saba’ yang diceritakan panjang lebar di dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Al-Naml.
Ratu Balqis dilukiskan sebagai seorang penguasa yang memiliki pemerintahan besar (lahā ‘arsyun ‘aẓīm). Hampir seluruh wilayah Saba’ dan sekitarnya—yang sekarang mencakup Yaman dan wilayah sekitarnya—dikuasainya. Ratu Balqis diceritakan dalam Surah Al-Naml (27). Suatu ketika, Nabi Sulaiman menyelenggarakan rapat lengkap, tetapi salah seorang peserta yang tidak hadir ialah Hudhud, utusan dari bangsa burung (QS Al-Naml/27:20).
Baca juga : Makna Esoterik Ummat (2)
Nabi Sulaiman marah, tetapi kemarahannya dikendalikan oleh kearifannya sebagai seorang pemimpin. Ia berjanji akan menjatuhkan sanksi yang sepadan dengan pelanggaran tersebut (QS Al-Naml/27:21).
Hudhud kemudian membawa berita penting. Ia melihat sebuah negeri yang hebat di wilayah Saba’, dipimpin oleh seorang perempuan, tetapi penduduknya masih menyembah matahari.
Nabi Sulaiman meminta Hudhud untuk mengirimkan surat kepada penguasa negeri itu yang berisi seruan untuk berserah diri. Isi surat tersebut singkat: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri” (QS Al-Naml/27:30–31).
Menanggapi kejadian aneh ini, Ratu Balqis mengundang para pembesarnya untuk bermusyawarah. Ungkapan yang ditampilkan Ratu Balqis menarik untuk disimak: “Wahai para pembesar, berilah aku pertimbangan dalam urusan ini. Aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kalian berada dalam majelisku” (QS Al-Naml/27:32).
Baca juga : Makna Esoterik Ummat (1)
Ratu Balqis bersama para pembesarnya sama-sama berpikir keras untuk memilih langkah yang tepat dalam menanggapi ajakan Nabi Sulaiman. Para pembesar dengan santun memberikan berbagai opsi kepada pemimpinnya.
Opsi pertama menawarkan potensi bangsa, termasuk kekayaan yang dimiliki, sebagai bentuk power sharing dengan Nabi Sulaiman. Opsi lainnya adalah mempertimbangkan kekuatan militer untuk mempertahankan otoritas kekuasaan. Dalam Al-Qur’an dikatakan, “Kita memiliki potensi kekuatan dan keberanian.”
Namun, para pembesar itu dengan santun menyerahkan pilihan tersebut untuk dipertimbangkan oleh sang Ratu. Dalam bahasa Al-Qur’an: “Keputusan berada di tanganmu, maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan” (QS Al-Naml/27:33).
Walaupun pada akhirnya sang Ratu harus tunduk kepada Nabi Sulaiman, ia telah memberikan pendidikan politik yang baik, yakni kesantunannya sebagai seorang pemimpin kepada rakyat dan kesopanan rakyat kepada pemimpinnya. Inilah yang kemudian membuatnya mendapatkan gelar terhormat di dalam Al-Qur’an sebagai pemilik singgasana besar dan bermartabat.
Baca juga : Meredam Ego Spiritual
Instruksi Ratu Balqis diterjemahkan dengan baik, rapi, dan penuh kedisiplinan oleh para stafnya. Seluruh rakyat Saba’ mendukung sepenuhnya keputusan Ratunya dalam mempertahankan wilayah dan kekuasaan negerinya.
Tentu saja seluruh rakyat tidak mungkin semuanya berangkat dalam ekspedisi yang mendebarkan ini. Mereka hanya diwakili oleh prajurit-prajurit andal yang dipimpin oleh elite-elite militer yang juga andal. Ratu Balqis sendiri memimpin langsung ekspedisi yang sangat penting dan menentukan ini.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Jumat, 28 Agustus 2026 dengan judul "Demokrasi Ratu Balqis"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.