Dark/Light Mode
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Suatu ketika, Anas, sahabat Nabi, menjumpai seseorang yang sedang shalat menghadap ke pohon, tidak menghadap ke kiblat. Anas kemudian menghampiri orang aneh itu dan bertanya, “Siapa Anda?” Orang itu menjawab, “Aku adalah sahabat Nabi Muhammad. Kalau bertemu dengan beliau, sampaikan salamku kepadanya.”
Setelah itu, orang yang aneh tersebut berdoa: “Allahumma ij‘alni min ummati Muhammad, al-ummah al-marhumah al-magfurah…” (Ya Allah, jadikanlah aku sebagai umat Nabi Muhammad, umat yang dirahmati dan diampuni Allah).
Anas kemudian menemui Nabi Muhammad SAW dan menanyakan siapa orang tersebut. Nabi menjawab, “Itu adalah Khidhir, sahabatku.”
Riwayat yang hampir sama juga diceritakan ketika Nabi Muhammad SAW mengalami Isra dan Mi’raj. Ketika transit di Masjid Al-Aqsha, Palestina, Nabi Muhammad SAW didaulat menjadi imam oleh para nabi sebelumnya. Setelah shalat, beberapa nabi, di antaranya Nabi Musa dan beberapa nabi lainnya, memohon kepada Allah SWT agar mereka diberi kesempatan menjadi umat Nabi Muhammad SAW, sekalipun mereka tidak membawa ajaran agama yang dibawanya dan tetap mengamalkan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Baca juga : Meredam Ego Spiritual
Yang menarik dari cerita di atas ialah bahwa orang seperti Nabi Khidhir dan para nabi lainnya berdoa untuk menjadi umat Nabi Muhammad SAW, padahal kita tahu mereka adalah manusia-manusia hebat. Bahkan, Khidhir pernah menjadi guru Nabi Musa, yang dikenal sebagai salah satu nabi paling cerdas sebelum datangnya Nabi Muhammad SAW. Sebegitu hebatnya mereka, tetapi masih berharap dan berdoa untuk menjadi umat Nabi Muhammad SAW.
Mengapa kebanyakan kita yang menjadi umat Nabi Muhammad SAW justru tidak menyadari betapa besar potensi dan keistimewaan menjadi umat beliau?
Dalam berbagai riwayat juga disebutkan bahwa di antara kelebihan menjadi umat Nabi Muhammad SAW ialah menjadi umat pertama yang direkapitulasi amal-amalnya di Padang Mahsyar, tempat pengadilan umum umat manusia sejak Nabi Adam hingga manusia terakhir. Hari itu sangat mengerikan karena manusia harus menunggu selama ratusan tahun dalam antrean. Bahkan, diriwayatkan ada yang berenang di atas keringat manusia karena matahari berada sangat dekat di atas kepala.
Nabi Muhammad SAW diberi keutamaan untuk diproses pertama kali, kemudian disusul oleh umat-umat sebelumnya. Umat Nabi Muhammad SAW, menurut hadis, juga menjadi umat pertama yang melintasi jembatan Shirath al-Mustaqim dan, dengan sendirinya, menjadi umat pertama yang memasuki surga.
Baca juga : Bhinneka Tunggal Ika: Islam (?)
Umat Nabi Muhammad SAW juga mendapatkan keistimewaan berupa kelipatan intensitas waktu yang dikenal dengan Lailatul Qadar, yang datang setiap tahun. Masih banyak lagi kelebihan lainnya sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah.
Dengan segala kelebihan menjadi umat Nabi Muhammad SAW sebagaimana diuraikan tadi, mengapa masih banyak di antara kita yang tidak sadar untuk memanfaatkan berbagai keutamaan tersebut? Bahkan, begitu banyak orang mengaku sebagai umat beliau, tetapi tidak konsisten menjadi umat Nabi Muhammad SAW.
Seperti dijelaskan dalam artikel terdahulu, tidak semua manusia yang hidup pada periode Nabi Muhammad SAW dengan sendirinya menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Ada orang yang hidup sezaman, bahkan sering berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW secara fisik, tetapi mereka tidak tertarik menjadi umat beliau. Sebaliknya, ada orang yang jauh dari tempat dan waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi kualitas keimanannya tidak kalah dengan para sahabat Nabi.
Secara formal (eksoterik), makna umat sudah dijelaskan. Namun, siapa yang dimaksud dengan umat secara spiritual (esoterik) Nabi Muhammad SAW? Apakah semua umat Islam dengan sendirinya menjadi umat Nabi Muhammad SAW? Penjelasannya akan diuraikan dalam artikel mendatang.
Baca juga : Menghindari Ego Keummatan
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Rabu, 26 Agustus 2026 dengan judul "Makna Esoterik Ummat (1)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.