BREAKING NEWS
 

Ayo Cegah, Osteoporosis Penyebab Kematian Tertinggi

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 27 Oktober 2022 06:47 WIB
Para narasumber dalam acara Bulan Kesadaran Osteoporosis berfoto bersama. Dari kiri: Scientific & Regulatory Affairs Director, Fonterra Brands Indonesia Affifudin, Sekjen Perosi Lily Indriani Octavia, Ketua Tim Kerja Kesehatan Olahraga Kementerian Kesehatan Ari Setyaningrum, dan Scientific and Nutrition Manager Fonterra Brands Indonesia Haryadi Raharjo. (Foto Paul Yoanda/RM)

 Sebelumnya 
Terpisah, dokter Bambang Setiyohadi dari Divisi Reumatologi FKUI pernah bilang, pengeroposan tulang atau kerap disebut osteoporosis berpotensi secara tidak langsung menyebabkan beragam hal yang dapat membuat seseorang meninggal dunia.

"Tulang keropos dapat mengakibatkan patah tulang yang antara lain dapat membuat seseorang mesti selalu dalam keadaan berbaring sehingga pembuangan kotoran di saluran pernafasannya terganggu dan terjadilah infeksi paru-paru yang menyebabkan orang tersebut meninggal," katanya.

Baca juga : Ini Tips Mengakali Mesin Pencari Demi Optimalkan Penjualan

Ia memaparkan, pengeroposan tulang atau osteoporosis didominasi oleh perempuan antara lain karena salah satu pelindung tulang adalah hormon estrogen yang akan berhenti produksi pada saat perempuan mengalami menopause.

Sedangkan pada kaum laki-laki, lanjut Bambang, mereka tidak mengalami menopause sehingga proses pengeroposan tulangnya menjadi lebih lambat dibandingkan kaum perempuan pada umumnya.

Baca juga : Peringati Hari Osteoporosis, Perwatusi Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan Tulang

Lulusan spesialis dokter penyakit dalam dari FKUI itu mengungkapkan, berdasarkan penelitian, risiko kematian bagi orang yang menderita osteoporosis sama dengan orang yang menderita kanker payudara bahkan lebih tinggi dari orang yang menderita kanker rahim.

"Satu penelitian juga menyebutkan, penyakit yang paling `menyusahkan` pihak asuransi salah satunya adalah osteoporosis. Hal ini antara lain karena waktu pengobatannya yang sangat lama, bahkan dapat hingga lebih dari lima tahun," katanya.***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense