Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Terpisah, dokter Bambang Setiyohadi dari Divisi Reumatologi FKUI pernah bilang, pengeroposan tulang atau kerap disebut osteoporosis berpotensi secara tidak langsung menyebabkan beragam hal yang dapat membuat seseorang meninggal dunia.
"Tulang keropos dapat mengakibatkan patah tulang yang antara lain dapat membuat seseorang mesti selalu dalam keadaan berbaring sehingga pembuangan kotoran di saluran pernafasannya terganggu dan terjadilah infeksi paru-paru yang menyebabkan orang tersebut meninggal," katanya.
Baca juga : Ini Tips Mengakali Mesin Pencari Demi Optimalkan Penjualan
Ia memaparkan, pengeroposan tulang atau osteoporosis didominasi oleh perempuan antara lain karena salah satu pelindung tulang adalah hormon estrogen yang akan berhenti produksi pada saat perempuan mengalami menopause.
Sedangkan pada kaum laki-laki, lanjut Bambang, mereka tidak mengalami menopause sehingga proses pengeroposan tulangnya menjadi lebih lambat dibandingkan kaum perempuan pada umumnya.
Baca juga : Peringati Hari Osteoporosis, Perwatusi Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan Tulang
Lulusan spesialis dokter penyakit dalam dari FKUI itu mengungkapkan, berdasarkan penelitian, risiko kematian bagi orang yang menderita osteoporosis sama dengan orang yang menderita kanker payudara bahkan lebih tinggi dari orang yang menderita kanker rahim.
"Satu penelitian juga menyebutkan, penyakit yang paling `menyusahkan` pihak asuransi salah satunya adalah osteoporosis. Hal ini antara lain karena waktu pengobatannya yang sangat lama, bahkan dapat hingga lebih dari lima tahun," katanya.***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya