BREAKING NEWS
 

Daging Kambing, Benarkah Jadi Biang Kerok Lonjakan Kolesterol? Ini Faktanya...

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 28 Juni 2023 18:18 WIB
Ilustrasi sate dan tongseng kambing (Foto: Menu Kuliner)

RM.id  Rakyat Merdeka - Olahan daging kambing seperti sate dan tongseng, adalah satu menu Idul Adha yang banyak dinanti. Meski banyak pula yang ogah mengonsumsi, lantaran takut kolesterolnya naik. Bagaimana fakta sebenarnya? Benarkah daging kambing adalah biang kerok lonjakan kolesterol?

Lewat situs resminya, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Ditjen Yankes) memaparkan, semua makanan yang berasal dari hewan, sejatinya mengandung kolesterol.

Kolesterol sebenarnya tidak berbahaya. Karena dibutuhkan tubuh untuk membangun dinding sel, mendukung metabolisme, serta memproduksi berbagai hormon seperti estrogen dan testosteron.

"Mengonsumsi daging kambing tidaklah bermasalah, asalkan tidak secara berlebihan," demikian penjelasan Ditjen Yankes dalam situsnya.

Kadar kolesterol setiap daging berbeda-beda. Berikut daftar jumlah kolesterol pada setiap 100 gram jenis daging:

Baca juga : Pertama Kali Digelar, Eureka Fest 2023 Jadi Ajang Remaja Gali Potensi

1. Daging kambing mengandung 75 mg kolesterol.

2. Daging domba mengandung 110 mg kolesterol.

3. Daging sapi (potongan sirloin) mengandung sekitar 90 miligram, sedangkan daging sapi tanpa lemak mengandung 65 miligram kolesterol.

3. Dada ayam tanpa kulit mengandung 85 mg kolesterol.

Adsense

4. Paha ayam mengandung 135 mg kolesterol.

Baca juga : Ganjar Jajaki Peluang Kerja Sama Dengan Pemerintah Jepang

Daftar tersebut memperlihatkan, daging kambjng justru mengandung lebih sedikit kolesterol, bila dibandingkan dengan daging domba, daging sapi berlemak, dan dada atau paha ayam.

Selain itu, daging kambing juga mengandung beragam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Seperti protein, lemak, kalium, zat besi, zinc, kalsium, selenium, fosfor, folat, vitamin B, vitamin K, dan vitamin E.

Pengolahan

Tapi, kenapa daging kambing sering dituding menyebabkan kolesterol tinggi? Jawabannya adalah pengolahan yang tidak tepat.

Di masyarakat kita, daging kambing sering diolah menjadi gulai dengan santan kental atau sate berbumbu kacang, yang jelas tinggi lemak dan kolesterol.

Agar terhindar dari kolesterol tinggi, daging kambing sebaiknya diolah dengan cara dibakar atau dipanggang.

Baca juga : Keren, Indonesia Bangun RS Internasional Di Depok

Potong bagian yang berlemak, sehingga yang diolah dan konsumsi adalah daging merahnya saja.

Selama pengolahannya tepat, daging kambing bisa menjadi sumber protein yang menyehatkan.

Netralisir

Sebaiknya, Anda mengkonsumsi buah-buahan yang kaya akan serat, seperti apel, jeruk, alpukat, anggur dan lain-lain, setelah makan daging kambing. Sebagai penetralisir.

Jumlah asupan serat yang baik adalah sekitar 25 gram per hari. Total asupan serat tersebut bisa didapat dari 200-300 gram buah-buahan dan 300-400 gram sayuran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense