RM.id Rakyat Merdeka - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialisasi Hematologi Onkologi Medik, Prof.dr. Zubairi Djoerban Sp.PD KHOM mengungkap empat faktor mematikan demam berdarah dengue (DBD) yang jarang diketahui publik.
Kebanyakan orang, menurut Prof. Zubairi, hanya mengetahui turun drastisnya angka trombosit yang semestinya berada di angka 150 ribu sampai 400 ribu, sebagai penyebab kasus meninggal dunia pada DBD.
Tapi ternyata, di luar perkara trombosit, penyebab lain kematian pada kasus DBD juga ada. Misalnya saja, plasma leakage atau kebocoran plasma. Pada kejadian ini, plasma pada pembuluh darah keluar, sehingga timbul efusi pleura yang bikin sesak.
Mengutip situs resmi Siloam Hospitals, efusi pleura adalah kondisi ketika terdapat penumpukan cairan di rongga pleura. Normalnya, rongga pleura hanya memiliki sedikit cairan (sekitar 10 ml) yang berfungsi sebagai pelumas bagi paru-paru, agar bisa bergerak mulus menunjang kelancaran pernapasan.
Baca juga : Ini 8 Ruas Jalan Yang Terapkan Digitalisasi Parkir Lewat Aplikasi JakParkir
"Efusi pleura itu bisa bikin sesak, bisa bikin meninggal. Jadi, kalau pasien demam berdarah mengalami gejala berat atau trombositnya turun di bawah 100 ribu, itu wajib rawat inap," jelas Prof. Zubairi.
Dia pun lantas mengurai beberapa kondisi yang harus diperiksa. Pertama, ada tidaknya kelainan di paru. Pemeriksaan terhadap kelainan paru bisa dilakukan melalui foto torax atau USG.
Kedua, memeriksakan kadar albumin. Kondisi bahaya mengintai, bila albumin kurang dari 3. Bisa menyebabkan kematian.
Ketiga, cek kondisi liver. "Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan kombinasi angka SGPT-SGOT yang tinggi dan angka albumin rendah, ditambah lagi angka trombosit-nya turun drastis, itu amat membahayakan jiwa," Papar Prof. Zubairi.
Baca juga : Teken MoU, Bank Jakarta Dukung Digitalisasi Pasar di Jakarta
Keempat, cek kadar hematokrit atau persentase volume sel darah merah dalam darah. Pada umumnya, kadar hematokrit normal untuk pria dewasa adalah 40-50 persen. Sedangkan kadar hematokrit normal untuk wanita dewasa adalah 36-48 persen.
Empat pengecekan itu, menurut Prof. Zubairi, adalah kondisi akut yang memerlukan perhatian perawat dan dokter rumah sakit secara berkala. Pemeriksaannya tidak bisa hanya dilakukan sehari sekali. Perawat harus sering melihat kondisi pasien.
"Kalau trombositnya masih turun terus, pemeriksaan trombosit harus lebih sering dikerjakan. Biasanya pasien perlu mendapatkan infus. Obat utamanya infus, bukan obat virus dengue," tutur Prof. Zubairi.
"Kalau kadar albumin, SGPT-SGOT, ronsen dada untuk mengetahui ada atau tidaknya cairan di paru-paru, serta hematokritnya diperhatikan dan diobati, angka kematian bisa nyaris nol. Kematian akibat penyakit demam berdarah bisa dicegah," pungkasnya.
Baca juga : Waspada, Pengendara Pilih Lapak Parkir Liar
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.