BREAKING NEWS
 

Marathon Bisa Picu Rhabdomyolisis, Risiko Kerusakan Ginjal Mengintai

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 18 Juni 2026 07:07 WIB
Ilustrasi event marathon (Foto: Pexels)

RM.id  Rakyat Merdeka - Olahraga ketahanan (endurance) seperti marathon, half marathon, triathlon, hingga kompetisi kebugaran seperti hyrox, belakangan berkembang menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle). Kemeriahan dan suka cita orang mengikuti event tersebut, banyak terangkum di media sosial.

Tapi sayangnya, edukasi kesehatan terkait olahraga ketahanan tersebut masih terhitung minim. Sementara potensi risikonya tidak main-main. Bisa memunculkan gangguan irama jantung, heatstroke, bahkan rhabdomyolysis atau pecahnya sel otot dalam jumlah banyak. Pada kasus berat, dapat berujung pada cuci darah. 

Potensi risiko tersebut mencuat bila peserta event kurang minum, memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik, ditambah cuaca kurang mendukung.

"Dengan maraknya event marathon, trail, hyrox, ultra, triathlon, saya sebagai dokter ginjal, izin mengingatkan sesuatu yang sering dilupakan atlet rekreasional atau kita-kita yang bukan atlet. Yaitu tentang rhabdomyolysis atau pecahnya sel otot dalam jumlah yang sangat banyak," kata Dokter Ahli Penyakit Dalam Sub Spesialis Ginjal Hipertensi, dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD, K-GH, FINASIM via Instagram, Rabu (17/6/2026).

Decsa menjelaskan, rhabdomyolysis dapat dialami oleh seseorang yang berlari ekstrem. Terutama, di tengah cuaca panas, humid atau lembabdan kurang minum.

"Sel otot kalian ini berisiko hancur dan mengeluarkan protein yang bernama myoglobin ke darah. Myoglobin ini terlalu gede buat disaring ginjal, akhirnya nyangkut dan merusak tubulus ginjal," terang Decsa.

Baca juga : Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa, Janji Perbaiki Kekurangan Program Pemerintah

Kondisi ini, lanjutnya, bisa berujung pada gagal ginjal akut. Apalagi, jika race berlangsung di tengah suhu panas dan lembab. Itu dapat mengakibatkan heatstroke. Otak, jantung, hati, ginjal berisiko terdampak.

"Ini bisa memperparah rhabdomyolysis. Kencing jadi makin sedikit, warnanya gelap, bahkan sampai ada yang merah darah. Otot kadang nyeri hebat dan bengkak. Memunculkan rasa mual, bingung, suhu tinggi hingga tak sadarkan diri," papar Decsa.

"Jadi, buat yang baru mulai lari jarak jauh, please latihan yang proper naikin mileage-nya. Hindari lari siang bolong, minum cukup. Intinya, pahami kondisi fisik dan dengarkan tubuhmu. Finish line-mu yang paling baik itu pulang ke rumah dengan sehat walafiat, gimana? udah paham kan?" tandasnya.

Bisa Cuci Darah 

Melansir Alodokter, penanganan rhabdomyolysis disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Berikut metode pengobatan yang umumnya dilakukan:

1. Pemberian cairan infus

Adsense

Pemberian cairan melalui infus merupakan penanganan pertama untuk membantu protein mioglobin keluar dari ginjal dalam bentuk urine, serta mencegah terjadinya gagal ginjal.

2. Pemberian Obat 

Dokter akan meresepkan obat-obatan, seperti bikarbonat dan diuretik, untuk membantu fungsi ginjal dan menjaga keseimbangan elekrolit di dalam tubuh.

3. Cuci Darah (Hemodialisis) 

Baca juga : Prancis, Misi Terakhir Sang Maestro

Jika ginjal telah mengalami kerusakan dan gagal ginjal akut mulai terjadi, dokter akan menjalankan prosedur cuci darah.

4. Operasi 

Fasiotomi akan dilakukan untuk menurunkan tekanan dan melancarkan sirkulasi darah pada pasien yang mengalami sindrom kompartemen. Operasi ini perlu dilakukan karena sindrom kompartemen berisiko merusak saraf dan otot.

Jika rhabdomyolysis muncul setelah penggunaan obat tertentu, dokter akan meminta pasien menghentikan penggunaan obat tersebut, kemudian meresepkan obat lain dengan fungsi serupa.

Pada kasus yang berat, pasien harus menjalani perawatan intensif, agar dokter dapat memantau kondisinya.

Peluang kesembuhan rhabdomyolysis sangat tergantung pada penyebab dan seberapa cepat masalah tersebut ditangani. Tingkat kesembuhan pasien akan makin tinggi, jika pengobatan dilakukan sedini mungkin.

Pencegahan Rhabdomyolysis 

Minum air putih sebelum dan sesudah melakukan aktivitas berat, merupakan upaya utama yang dapat dilakukan untuk mencegah rhabdomyolysis. Cairan yang masuk ke dalam tubuh, dapat membantu ginjal membuang mioglobin yang dilepaskan otot.

Baca juga : Masuk Tim Piala Thomas, Ubed Bertarung Mengatasi Grogi

Berikut upaya lain yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya rhabdomyolysis:

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense