RM.id Rakyat Merdeka - Saat ini masyarakat perlu lebih waspada dan mulai mempersiapkan perlindungan kesehatan serta keuangan sejak dini. Apalagi, biaya penanganan penyakit kritis seperti jantung, kanker, dan stroke terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Melihat fenomena tersebut, Allianz Indonesia menggelar Media Workshop bertajuk "Menjaga Keberlanjutan Perlindungan Kesehatan di Tengah Kenaikan Biaya Medis".
Kegiatan ini menghadirkan pakar medis dan praktisi industri asuransi untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan kesehatan dan pentingnya perlindungan berkelanjutan.
Dalam paparannya, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Bayushi Eka Putra mengungkapkan, bahwa penyakit tidak menular masih menjadi ancaman kesehatan utama di Indonesia.
Salah satunya adalah penyakit jantung yang kini tidak lagi didominasi kelompok usia lanjut, tetapi juga banyak ditemukan pada usia produktif.
Baca juga : Iran Gratiskan Biaya Transit Selat Hormuz, Berlaku 60 Hari
"Faktor risikonya beragam, mulai dari hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kurang aktivitas fisik, stres, pola makan yang tidak sehat hingga kebiasaan merokok," ujar Bayushi dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026)
Menurut Bayushi, biaya penanganan penyakit jantung juga tidak murah. Mulai dari pemeriksaan awal, tindakan medis, penggunaan alat kesehatan hingga terapi lanjutan membutuhkan biaya yang besar.
"Banyak faktor risiko penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah dan dikendalikan sejak dini. Namun ketika penyakit terjadi, penanganannya sering kali membutuhkan tindakan kompleks dengan biaya yang tidak sedikit," ujarnya.
Ia menambahkan, kemajuan teknologi medis memang membantu meningkatkan kualitas diagnosis dan pengobatan.
Namun di sisi lain, penggunaan teknologi kesehatan yang semakin canggih turut berkontribusi terhadap meningkatnya biaya layanan kesehatan.
Baca juga : BAZNAS-KSMI Jalin Kerja Sama Pembinaan Generasi Muda Dan Berdayakan Mustahik
Karena itu, masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, serta mempersiapkan perlindungan kesehatan yang memadai agar tidak terbebani secara finansial saat menghadapi risiko penyakit kritis.
Sementara itu, dari perspektif industri asuransi, Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia, Rina Triana, menjelaskan bahwa kenaikan biaya medis saat ini menjadi tantangan bagi seluruh ekosistem kesehatan, termasuk perusahaan asuransi.
Rina menambahkan, selain dipengaruhi inflasi dan perkembangan teknologi medis, biaya layanan kesehatan juga terdampak kondisi ekonomi makro.
Salah satunya adalah pelemahan nilai tukar rupiah yang berimbas pada harga obat dan alat kesehatan impor. Data Allianz Indonesia menunjukkan adanya lonjakan signifikan biaya perawatan penyakit kritis sepanjang periode 2020 hingga 2025.
Biaya perawatan penyakit jantung meningkat hingga 219 persen, kanker 179 persen, dan stroke 169 persen. Tak hanya itu, sepanjang tahun 2025 Allianz Life dan Allianz Syariah juga telah membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp6,3 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp3,7 triliun merupakan klaim kesehatan.
Baca juga : Amar Bank Raih Kinerja Positif di Kuartal I 2026 Dukung Keberlanjutan
"Ketika biaya layanan kesehatan terus meningkat, tantangannya bukan hanya menjaga masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan berkualitas saat ini, tetapi juga memastikan perlindungan kesehatan tetap relevan dan berkelanjutan dalam jangka panjang," kata Rina.
Ia menilai perlindungan kesehatan seharusnya menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan keluarga. Sebab, penyakit kritis tidak hanya menimbulkan biaya rawat inap, tetapi juga biaya pemulihan, pengobatan lanjutan, hingga tindak lanjut medis yang berlangsung dalam waktu panjang.
Karena itu, Allianz Indonesia mengajak masyarakat untuk semakin memahami risiko kesehatan yang ada dan menyiapkan perlindungan sejak dini. Dengan begitu, kebutuhan layanan kesehatan dapat terpenuhi tanpa mengganggu stabilitas keuangan keluarga di masa depan.
"Saat risiko kesehatan dan biaya perawatan terus meningkat, perlindungan kesehatan menjadi semakin penting sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang keluarga," pungkas Rina.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.