RM.id Rakyat Merdeka - Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi kedelapan sukses menyedot sekitar 25 ribu Slankers di Taman Prabuwangi, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (5/7/2026) malam. Tak hanya menyuguhkan hiburan musik, konser ini juga menjadi ajang pemberdayaan pelaku UMKM dan industri kreatif lokal.
Sejak sore hari, kawasan konser dipenuhi tenda-tenda UMKM, terutama milik para Slankerpreneur yang menjual beragam produk, mulai dari makanan, minuman, fesyen hingga kerajinan tangan. Sejumlah seniman turut memeriahkan acara dengan aksi melukis grafiti di area yang disediakan panitia.
Pantauan di lokasi menunjukkan para penonton memanfaatkan waktu sebelum konser dimulai untuk berbelanja di stan UMKM. Aktivitas tersebut turut menggerakkan roda perekonomian para pelaku usaha kecil yang terlibat dalam penyelenggaraan konser.
Di luar area konser, puluhan pedagang juga menjajakan berbagai produk. Komunitas Slankers, seperti Slankers Cimahi dan Slankers Priangan, ikut membuka lapak penjualan kaus dan merchandise sehingga turut merasakan dampak ekonomi dari penyelenggaraan konser.
Konsep tersebut sejalan dengan semangat HS yang mengusung tagline Berani Kita Beda, yakni menghadirkan pertunjukan musik yang sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM di setiap kota yang disinggahi.
Baca juga : Kolaborasi Literasi Keuangan Syariah, Bank BSN Dukung Bisnis Pegadaian
"HS thank you so much! Terima kasih. So far, so good. Gara-gara tour Hey Slank ini, orang-orang pemberani berkumpul. Ada yang harus diubah!" ujar Kaka saat menyapa puluhan ribu penonton.
Sebelum konser dimulai, Kaka mengungkapkan alasan Slank bersedia berkolaborasi dengan HS. Menurutnya, kesamaan visi dalam mendukung produk lokal menjadi fondasi kerja sama tersebut.
"Pertama kali ketemu dengan Pak Haji Suryo langsung klik. Proud of local product, local wisdom. Satu visi. Terciptalah Hey Slank. Ternyata setelah lebih jauh mengenal HS, banyak tindakan-tindakan terpuji yang dilakukan. Brand dan band yang besar pasti dimulai dari komunitas yang kecil," kata Kaka.
Selama sekitar 100 menit, Slank membawakan 18 lagu yang membakar semangat penonton. Salah satunya lagu terbaru Rusak Ancur dari album Republik Fufufafa yang dirilis pada Juni 2026. Lagu tersebut mengangkat kritik terhadap praktik eksploitasi alam yang tidak bertanggung jawab.
Grup musik yang berdiri sejak 1983 itu naik ke panggung pukul 21.50 WIB dan menutup penampilan sekitar pukul 23.30 WIB. Sepanjang konser berlangsung, suasana tetap tertib dan kondusif.
Baca juga : E-Commerce Bandel Bakal Dijatuhi Sanksi
Selain lagu-lagu populer, Slank juga membawakan sejumlah karya bernuansa kritik sosial, seperti Naik-Naik ke Puncak Gunung, Kampungan, dan Nagih Janji, yang selama ini dikenal menyuarakan perlawanan terhadap praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
"Lagu ini balik ke Mei 1998. Dulu kita nyebutnya Kura-Kura Ninja, singkatan dari KKN, Korupsi, Kolusi, Nepotisme. Semoga hari ini sudah enggak ada lagi," kata Bimbim dari atas panggung, disambut sorakan penonton.
Dalam konferensi pers, Bimbim menegaskan kesamaan visi dengan HS menjadi alasan utama kolaborasi tersebut.
"Selain menghibur, Slank itu mengedukasi penggemar, menyampaikan protes lewat panggung. Pak Haji Suryo sampai bilang, 'Mereka yang manggung, saya yang deg-degan'," ujarnya.
Suasana konser semakin emosional saat Slank membawakan lagu-lagu populer seperti I Miss U But I Hate U, Mawar Merah, Kirim Aku Bunga, Ku Tak Bisa, Terlalu Manis, Sympathy Blues, hingga Poppies Lane Memory.
Baca juga : Kolaborasi Propan dan FORKIS, Sulap Tong Sampah Jadi Karya Seni
Menurut Bimbim, Poppies Lane Memory memiliki perjalanan panjang sebelum akhirnya kembali populer berkat generasi muda.
"Lagu itu mengendap puluhan tahun, tiba-tiba boom. Gen Z yang mengangkat lagi, sekitar 20 tahun kemudian. Sekarang setiap konser pasti semua ikut sing along," tuturnya.
Hal itu terbukti di Bandung. Ribuan Slankers kompak menyanyikan lagu tersebut dari awal hingga akhir, menciptakan salah satu momen paling berkesan sepanjang konser.
Konser HS Hey Slank di Bandung juga menjadi penyelenggaraan dengan jumlah penampil terbanyak dibandingkan tujuh kota sebelumnya. Selain Slank, panggung turut dimeriahkan oleh Tony Q Rastafara, The Cloves and The Tobacco, Sleting Down, Afterskema, Mahalara, NiMBY, serta tiga grup asal Bandung, yakni Stand Here Alone, DT09, dan Preman Disco.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.