RM.id Rakyat Merdeka - Memilih produk nutrisi untuk anak tak cukup hanya melihat klaim yang terpampang di bagian depan kemasan. Orang tua juga perlu membiasakan diri membaca daftar komposisi agar mengetahui bahan utama dan kandungan sebenarnya dalam produk yang dikonsumsi anak.
Pesan itu disampaikan Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang–Pediatri Sosial, Rini Sekartini.
Menurut Rini, kebiasaan sederhana membaca komposisi dapat membantu orang tua mengambil keputusan yang lebih tepat dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
"Klaim dan kandungan tambahan yang ditampilkan pada kemasan sering kali hanya menggambarkan sebagian kecil dari keseluruhan produk. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada informasi yang ada di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dengan cermat dan memahami komposisi utama produk tersebut," ujar Rini dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, kualitas nutrisi sangat menentukan tumbuh kembang anak, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Baca juga : Jelang Tahun Ajaran Baru, Ini Tips Memilih Pinjaman Digital Yang Aman
Pada masa ini, anak membutuhkan asupan energi, protein, lemak esensial, zat besi, zinc, vitamin, dan mineral dalam jumlah seimbang untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta sistem kekebalan tubuh.
Selain memperhatikan informasi nilai gizi, orang tua juga disarankan mencermati bahan utama, sumber bahan, hingga proses pengolahan produk.
Pada produk berbasis susu, misalnya, penting mengetahui apakah bahan dasarnya berasal dari susu segar, susu bubuk, susu rekonstitusi, atau susu rekombinasi.
Menurut Rini, informasi tersebut membantu orang tua memahami kualitas produk secara lebih menyeluruh, bukan hanya terpaku pada kandungan tambahan yang ditonjolkan di kemasan.
Agar tidak bingung membaca label produk, Rini membagikan empat hal yang perlu diperhatikan orang tua. Pertama, lihat bahan yang tercantum paling awal dalam daftar komposisi karena umumnya merupakan bahan dengan jumlah paling dominan.
Baca juga : Indofood Gelar Meet & Greet Film Garuda di Dadaku Dukung Ekonomi Keberlanjutan
Kedua, cermati jenis bahan utama dan sumbernya. Jika menggunakan susu segar sebagai bahan utama, proses pengolahannya dinilai lebih ringkas sehingga kualitas nutrisi alami susu dapat lebih terjaga.
Sebaliknya, susu rekonstitusi atau rekombinasi berasal dari susu bubuk yang diproses kembali bersama air dan komponen lainnya.
Ketiga, kenali berbagai nama gula tambahan seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, maupun maltodekstrin. Orang tua perlu memperhatikan posisi bahan tersebut dalam daftar komposisi serta frekuensi konsumsinya.
Keempat, jangan lupa membaca tabel informasi nilai gizi untuk mengetahui kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam setiap sajian.
Rini juga mengingatkan agar paparan gula tambahan pada anak usia dini dibatasi. Selain meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas, konsumsi makanan atau minuman yang terlalu manis dapat membentuk preferensi rasa anak sehingga lebih sulit menerima makanan alami seperti sayur dan buah.
Baca juga : Warga Cipinang Melayu Tagih Janji Normalisasi Kali Sunter
"Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang tepat," kata Rini.
Ia menambahkan, ASI tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi, sedangkan penggunaan produk nutrisi harus disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak serta dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan bila diperlukan.
Dengan begitu, pemenuhan gizi dapat dilakukan secara aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.