Sebelumnya
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Budi Santoso Tanuwibowo, turut mengapresiasi kualitas pertunjukan tersebut.
Budi mengaku terkesan dengan kemampuan para pemain menghidupkan karakter masing-masing, baik protagonis maupun antagonis. Ia secara khusus menyoroti penampilan Maudy Koesnaedi yang memerankan tokoh Sayap Hitam.
Menurutnya, kekuatan akting para pemain berhasil membawa penonton mengikuti dinamika cerita sekaligus memahami konflik yang dihadirkan di atas panggung.
Lebih dari itu, Budi menilai perjalanan hidup Auw Tjoei Lan menyimpan tiga nilai utama yang patut diteladani, yakni visi, ketulusan, dan keberanian.
Baca juga : Menyebarkan Paham Misogini
“Saya terkesan dengan tiga mutiara kehidupan yang dipegang oleh sosok Auw Tjoei Lan, yaitu visi, ketulusan, dan keberanian. Dalam bahasa Khonghucu disebut Zhi, Ren, Yong,” ungkap Budi.
Ia menjelaskan, visi merupakan kemampuan melihat persoalan dan masa depan secara lebih luas. Ketulusan menjadi landasan dalam melayani sesama, sedangkan keberanian merupakan kekuatan untuk bertindak menghadapi ketidakadilan.
Budi juga mengingatkan kontribusi Auw Tjoei Lan dalam sejarah perjuangan perempuan, termasuk sebagai salah seorang pendiri Wanita Khonghucu Indonesia.
Tokoh tersebut dikenal memiliki perhatian besar terhadap pendidikan serta memperjuangkan kesempatan memperoleh pendidikan yang adil tanpa diskriminasi.
Baca juga : KOWANI Sambut SK Menkum, Perkuat Agenda Pemberdayaan Perempuan
Menutup tanggapannya, Budi menyampaikan pesan mengenai pentingnya menghargai dan melindungi perempuan sebagai bagian dari upaya membangun bangsa.
“Saya sering mengatakan, surga itu ada di rahim perempuan. Maka, kalau ingin negara Indonesia hebat, utamakan rahim perempuan,” pungkasnya.
Pementasan Njonja Ati Soetji turut diperkuat sejumlah aktor dan aktris. Joane Win tampil sebagai Njonja Ati Soetji atau Auw Tjoei Lan, Maudy Koesnaedi sebagai Sayap Hitam, dan Tika Bravani sebagai Nonna Kneefel, seorang biarawati.
Pemain lainnya yakni Lutfi Ardiansyah sebagai Jirrin, Chloe Leman sebagai Su Yun, Willem Bevers sebagai Gerry Van Walsem, Jim Lim sebagai Seng Hoe, Haikal Mubarok sebagai Tuan Lie, Andri Surawan sebagai Buron, serta Andi Solohin sebagai Jagal.
Baca juga : Solidaridad Minta Petani Perempuan Diakui dalam Sertifikasi Sawit
Pementasan ini menjadi upaya Regina Art dan Yayasan Hati Suci memperkenalkan kembali sejarah perjuangan Auw Tjoei Lan melalui seni pertunjukan. Tidak sekadar menghadirkan hiburan, Njonja Ati Soetji juga mengajak masyarakat mengenang pengabdian seorang perempuan yang mendedikasikan hidupnya untuk menyelamatkan sesama.
Melalui kisah tersebut, Regina Art menegaskan komitmennya untuk terus mengangkat suara perempuan dan anak-anak, sekaligus menyampaikan pesan bahwa keberanian, ketulusan, dan kepedulian harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.