Sebelumnya
Dia menilai, Pemprov DKI Jakarta tak serius membangun sumur resapan. Semestinya pembangunan sumur resapan dikerjakan dari jauh hari, bukan mepet dengan musim penghujan.
Selain itu, lokasi pembangunan tidak tepat. “Sumur resapan kok dibangun di samping BKT,” ungkapnya.
Bahkan, menurutnya, pembangunan sumur resapan cukup diserahkan ke warga. Sehingga tak menguras Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Baca juga : Dibedah Sahabat Ganjar, Rumah Mantan Pengawal Soekarno Kini Layak Huni
Hapus Anggaran
Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Ida Mahmudah mengatakan, pembuatan sumur resapan di Jakarta mendapatkan banyak protes. Dia usul anggaran untuk proyek ini ditiadakan saja. Dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatadan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2022, Pemprov DKI mengajukan anggaran Rp 120 miliar untuk pembangunan drainase vertikal tersebut.
“Mau dikurangi atau dihapus, saya setuju saja. Kalau saya sangat sepakat anggaran sumur resapan untuk dinolkan. Tapi ternyata masih ada daerah yang butuh itu untuk 2022,” ujar Ida di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (15/11).
Baca juga : Kemenag Pastikan Peningkatan Mutu Madrasah Swasta
Ida menilai, proyek ini kerap membingungkan masyarakat. Seperti pembuatan sumur resapan di dekat BKT. Karena, BKT merupakan drainase besar untuk mengalirkan air ke laut.
“Saya dapat pesan dan protes dari masyarakat. Mereka komplain karena pembangunan tidak tepat,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Justin Adrian juga mengkritisi pembangunan sumur resapan. Menurut Justin, hal utama penanganan banjir adalah menambah kapasitas daya tampung dan aliran air, termasuk normalisasi sungai.
Baca juga : Dubes Rachmat: RI Dan Thailand Mantapkan Kerja Sama Pariwisata Dan Perdagangan
“Rp 440 miliar dianggarkan untuk bikin sumur resapan, progresnya gimana? Hasilnya bagaimana? Outcome-nya seperti apa? Kemarin mereka janji selesai 25 ribu titik dan sekarang sudah jadi separuhnya. Tapi separuhnya pun belum ada data terverifikasi,” katanya. [OSP/DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.