Dewan Pers

Dark/Light Mode

Penumbuhan Literasi Bukan Tanggung Jawab Satu Pihak Saja

Kamis, 28 Oktober 2021 15:35 WIB
Kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM), di Rembangan, Jember, Kamis, (28/10). (Foto: Dok. Perpusnas)
Kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM), di Rembangan, Jember, Kamis, (28/10). (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Literasi merupakan faktor esensial dalam pembangunan. Kemampuan literasi yang baik di masyarakat akan menunjang visi SDM Unggul Indonesia Maju. Salah satu caranya, dengan meningkatkan budaya baca.

"Membaca selain membuka wawasan cakrawala pengetahuan juga dapat membentuk mental dan perilaku seseorang," ujar Bunda Baca Kabupaten Jamber, Kasih Fajarini, pada kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM), di Rembangan, Jember, Kamis, (28/10).

Diselenggarakannya PILM di Jember, tambah Kasih, adalah momentum yang tepat sekaligus penyemangat untuk membudayakan kegemaran budaya baca sehingga indeks literasi meningkat. Untuk melakukanini bukan, tanggung jawab Bunda Literasi seorang.

Berita Terkait : Perbaikan Pengelolaan Museum Perlu Dukungan Semua Pihak

Sebagai kunci pembangunan, perlu sinergi dan kolaborasi agar literasi mampu menghasilkan kualitas (output) yang maksimal. Ini disadari anggota Komisi X DPRI Dapil Jember Muhammad Nur Purnamasidi.

Kabupaten Jember, yang berpenduduk 2,5 juta jiwa, diharapkan Purnamasidi, bisa melakukan sinergi antara program yang diusung dirinya, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan program Bunda Literasi. "Kami punya pelaku KIP Kuliah yang bisa diajak untuk melakukan mobilisasi sehingga gerakan budaya baca berjalan lebih massif hingga ke pelosok," tambahnya.

Senada dengan anggota DPR, Bupati Jember Hendi Siswanto mengatakan, daerahnya memiliki potensi SDM dan alam yang sangat luar biasa jika di-manage dengan baik. "Membaca adalah kunci untuk berdaya saing. Kualitas pengetahuan dan kemampuan melihat potensi dari persaingan zaman juga harus diawali dengan keaktifan membaca, " imbuh Hendi.

Berita Terkait : Kemenkeu Nobatkan KAI Jadi Salah Satu Debitur Terbaik

Pemkab Jember berjanji akan terus meningkatkan aktivitas literasi dan pembudayaan kegemaran membaca lewat dari kecamatan hingga desa. Hendi menegakan, setiap daerah di Indonesia telah memiliki networking yang baik dari kecamatan hingga desa/kelurahan. "Yang diperlukan tinggal kontinuitas. Gerakan membaca tidak harus berasa di dalam suatu ruangan," ucapnya.

Pemanfaatan literasi tidak sebatas dalam bidang pendidikan. Di bidang sosial dan ekonomi pun sudah banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) terus berinvestasi dan berkomitmen untuk bersama-sama mengembangkan potensi masyarakat lewat literasi. "Literasi membuka jalan untuk memutus rantai kemiskinan yang berawal dari kesenjangan sosial," ucap Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Deni Kurniadi. [USU]