BREAKING NEWS
 

IDI Ingatkan Warga Ibu Kota Tetap Waspada

Penularan Omicron Mulai Bergeser Ke Luar Jakarta

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Senin, 21 Februari 2022 08:10 WIB
Sejumlah warga bersepeda di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (20/2/2022). Kawasan tersebut terpantau ramai dengan warga berolahraga di tengah penerapan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di DKI Jakarta hingga 21 Februari 2022. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom).

 Sebelumnya 
Sementara itu, kenaikan positivity rate di DKI Jakarta dan Bali sudah menurun, dan kontribusi kenaikan kasus Covid-19 disumbang di luar Jawa dan Bali. Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith University Australia, Dicky Budiman memprediksi, puncak gelombang ketiga Covid-19 di Jakarta akan terjadi pada akhir Februari hingga awal Maret 2022.

Dicky mengaku, belum melihat pergeseran prediksi yang sebelumnya ia katakan terjadi antara Februari-Maret. “Itu yang saya prediksi sejak akhir tahun lalu dan belum berubah. Artinya di pertengahan Maret sudah melandai,” ujarnya. Namun, lanjut Dicky, melewati puncak kasus bukan berarti selesai karena akan muncul dampak berupa beban hunian rumah sakit dan kematian yang bertambah. “Yang paling penting adalah mencegah itu secara cepat dengan mitigasi.

Baca juga : Jangan Anggap Enteng, Varian Omicron Tularkan Banyak Orang Dan Mematikan

Bicara gelombang ketiga terkait Omicron memang belum membebani rumah sakit karena kecenderungannya seperti itu. Ini yang disebut fenomena denominator,” paparnya. Dicky menjelaskan, denominator adalah fenomena ketika satu patogen, bakteri, atau virus, cepat menular dan mudah menyebar atau menginfeksi sehingga jumlah orang dari kelompok rawan yang memerlukan perawatan rumah sakit meningkat.

Menurutnya, masih sepinya rumah sakit lantaran karakter orang Indonesia yang menomorduakan perawatan di rumah sakit. “Orang Indonesia mayoritas mengobati sendiri di rumah, bukan ke rumah sakit. Sehingga kunjungan ke rumah harus aktif dilakukan,” tegasnya. Ditekankannya, potensi tekanan beban fasilitas kesehatan tetap ada.

Baca juga : KCIC Pede, Pemindahan Ibu Kota Tak Pengaruhi Potensi Penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Terutama dari kelompok rawan seperti lanjut usia, pemilik komorbid yang belum divaksin booster, maupun anak-anak usia tiga sampai lima tahun karena belum divaksin. Untuk melewati gelombang ketiga itu, Dicky menyarankan agar Pemerintah dan masyarakat terus melakukan komunikasi preventif yang aktif, optimalisasi aplikasi PeduliLindungi dengan tracking dan tracing 24 jam, dan mengejar program vaksin booster secara merata.  [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense