Sebelumnya
“Perasaan Tosari, HI dan GBK kan udah bagus ya? Apanya yang direvitalisasi min? Semoga prosesnya nggak lama ya biar kalo mau ke GI, PI dan GBK nggak harus jalan kaki jauh!,” tulis akun @rizkywinaya.
Ada juga warganet yang mengkritisi revitalisasi sebelumnya yang belum rampung hingga saat ini.
“Halte Kwitang sudah mau dua tahun direnovasi tidak jadi-jadi,” tulis Angelina Oktaviani dalam akunnya @angelinaoktaviani_17.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Transjakarta, Mochammad Yana Aditya mengatakan, pihaknya akan merevitalisasi 46 halte pada tahun ini dengan anggaran sekitar Rp 600 miliar.
Baca juga : Tegas, United Airlines Pecat Ratusan Pegawai Yang Ogah Divaksin
“Untuk pengembangan, sebanyak 46 halte yang ada di DKI Jakarta akan kita revitalisasi. Kita sudah siapkan rancangannya. Anggaran total pembangunan halte tadi sekitar Rp 600 sekian miliar,” kata Yana di Gedung DPRD DKI Jakarta, baru-baru ini.
Yana menyebut, dana revitalisasi halte itu bersumber dari internal perusahaan.
Yana menerangkan, melalui program revitalisasi, halte eksisting akan diperlebar. Tujuannya untuk mengurai penumpukan penumpang saat menunggu kedatangan bus.
“Kami harapkan sebelum triwulan ketiga sudah selesai separuhnya, baru kami lanjutkan lagi. Kami bangun semua kan nggak mungkin. Nanti kami atur agar pelanggan tetap nyaman, biar ada tempat tunggu,” katanya.
Baca juga : Menteri Sandi Bangun Poltekpar Dukung SDM Di Papua
Perpanjang Operasional
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Angelina Betris mengatakan, pihaknya akan memperpanjang waktu operasional dari sebelumnya pukul 05.00-21.30 menjadi pukul 05.00-22.00. Sementara layanan Angkutan Malam Hari (Amari) akan melayani pelanggan mulai pukul 22.01-24.00.
“Penyesuaian tersebut efektif berlaku mulai Senin, 11 April 2022,” ucap Angelina di Jakarta, Jumat (8/4).
Betris bilang, penyesuaian layanan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Nomor 198 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Teknis Pengaturan Kapasitas Angkut dan Waktu Operasional Sarana Transportasi Pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Di sease 2019.
Baca juga : Khawatir Jadi Klaster Baru Covid, CFD Sudirman-Thamrin Bakal Disetop Lagi
“Kami akan melakukan sosialisasi selama tiga hari sejak 8-10 April secara intensif, baik melalui media sosial atau secara langsung dengan petugas kami di lapangan,” katanya.
Ia menambahkan, Transjakarta tetap beroperasi dengan kapasitas angkut pelanggan maksimal. Kendati begitu, pihaknya memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat baik di halte maupun di dalam bus.
“Pelanggan juga diwajibkan menunjukkan bukti telah melakukan vaksinasi, baik melalui aplikasi PeduliLindungi, JAKI maupun dokumen fisik atau digital kepada petugas,” tandas Betris. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.