Sebelumnya
Direktur Utama PT JakLingko Indonesia Muhammad Kamaludin membenarkan, pungutan Rp 250 per penumpang. Namun, semua itu sudah berdasarkan proses lelang yang diikuti 19 peserta.
“Dari 19 peserta yang paling murah memang transaksi feenya di Rp 250. Saya koreksi Rp 250 hanya untuk tiga tahun pertama, hingga tahun keempat turun menjadi Rp 200 di kontraknya,” kata Kamaludin.
Baca juga : Nasib Ganjar Terkatung-katung
Menurutnya, biaya tersebut bisa dinegosiasikan ulang, ketika nanti jumlah penumpangnya meningkat. JakLingko berhak melakukan negosiasi ulang kepada penyedia aplikasi.
Kamaludin berjanji melakukan rekonsiliasi dengan perbankan, sekaligus menghitung total biaya yang diperlukan ke pihak bank selaku penerbit kartu integrasi JakLingko. Nantinya masing-masing bank akan melakukan transfer kepada BUMD transportasi.
Baca juga : Kemenkeu Puji Sektor Pertanian Turut Kendalikan Inflasi Dan Tekan Pengangguran
“Untuk mekanisme kontrol data merupakan tanggung jawab kami. Bank tidak memiliki data lengkap mobilitas warga. Karena semua mobilitas database-nya ada di JakLingko Indonesia,” jelasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.