BREAKING NEWS
 

Hujan Lebat Terus Guyur Ibu Kota

BPBD Siagakan Tenda, Makanan, Air Dan Terpal

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Kamis, 13 Oktober 2022 07:30 WIB
Warga membersihkan lumpur saat banjir menggenangi permukiman di Taman Harapan, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (12/10/2022). Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta hingga Rabu 12 Oktober 2022 pukul 06.00 WIB terdapat 50 RT di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang terendam banjir karena luapan Kali Ciliwung. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc).

 Sebelumnya 
“Jika intensitas curah hujan semakin meningkat beberapa waktu ke depan, mereka akan mengaktifkan seluruh sarana dan prasarana untuk penanggulangan, “ ucapnya.

Selain itu, lanjut Marulitua, pihaknya telah menyiapkan buffer stock untuk mengantisipasi bila terjadi pengungsian warga yang wilayahnya terdampak banjir. Buffer stock ini terdiri dari makanan siap saji dan kebutuhan lainnya. Seperti perlengkapan mandi, pakaian, air mineral, tenda dan terpal.

Untuk memudahkan masyarakat yang membutuhkan bantuan, jelas Marulita, pihaknya telah menyiagakan layanan nomor darurat 112.

“Kami siaga menjawab seluruh laporan dari masyarakat selama 24 jam, 7 hari dalam sepekan. Silakan masyarakat menggunakan layanan telepon darurat 112. Kita akan tindaklanjuti laporan tersebut,” janjinya.

Baca juga : Boleh Pakai Celana Pendek, Sandal Jepit Dan Merokok

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui, ada sejumlah wilayah di DKI masih terendam banjir.

Anies bilang, banjir akibat cuaca ekstrim, tidak hanya di Jakarta. Tapi juga di seluruh Indonesia. Sehingga air yang masuk ke wilayah Jakarta melebihi daya tampungnya.

Adsense

Anies menganalogikan banjir di Jakarta ibarat gelas dengan daya tampung 250 cc, namun dituangkan 1 liter air.

“Anda harap tidak tumpah? Nggak mungkin, pasti tumpah,” kata Anies di Kota Tua, Selasa (11/10) malam.

Baca juga : Hujan Deras, Kemang Dan Sejumlah Wilayah Ibu Kota Terendam Banjir

Menurutnya, banjir menjadi masalah jika sampai berhari-hari, tidak surut.

“Tapi kalau kemudian bisa langsung dikeringkan, itu berarti manajemen berjalan baik,” ujarnya.

Anies mengungkap, Pemprov DKI punya manajemen dengan KPI (Key Performance Indicator). Yaki, banjir surut dalam 6 jam.

“Itu lah KPI-nya. Jadi begitu ada banjir, semua orang tahu bahwa 6 jam harus surut,” kata Anies yang mencontohkan banjir di Jalan TB Simatupang dan sekitarnya kering setelah 4 jam.

Baca juga : Membaik, Cahya Banggakan Semangat Rekan-rekannya Di Timnas

Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, banjir banyak terjadi di lintasan aliran Kali Ciliwung. Menurutnya, pihaknya selama ini sudah melakukan pengerukan. Tetapi belum semua karena jumlahnya banyak.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense