Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bela Kominfo, Partai Garuda: Mau Kita Biarkan Negara Diremehkan Aplikasi?

Senin, 1 Agustus 2022 12:03 WIB
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi. (Foto: Ist)
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir sejumlah aplikasi lantaran tidak mendaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik (PSE) sampai batas waktu yang ditentukan.

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menilai langkah Kominfo memblokir sejumlah aplikasi itu sudah tepat.

"Tindakan yang sangat tepat, karena menjalankan aturan, bukan mengakali aturan," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (1/8).

Berita Terkait : Partai Garuda: Bukan Hal Tabu Presiden Ikut Kampanye Untuk 2024

Anehnya, kata Teddy, ada segelintir orang menyalahkan Kominfo. Menurutnya, hal ini tidak normal. Seharusnya, protes dilayangkan jika pemerintah tidak menjalankan aturan. Bukan malah ketika pemerintah menjalankan aturan.

"Ini yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan. Jelas tidak normal," tegas Juru Bicara Partai Garuda itu.

Sejak awal, kata Teddy, orang yang tidak setuju mengenai UU maupun aturan di bawahnya bisa mengajukan gugatan ke MK atau MA. Gugatan itu dilakukan agar aturan itu dibatalkan.

Berita Terkait : Kemendagri Dorong Partisipasi Masyarakat Cegah Karhutla Di Kalbar

"Bukan ketika aturan itu ada dibiarkan tapi ketika aturan dilaksanakan, ramai-ramai menyalahkan pelaksana aturan tersebut," tuturnya.

Perusahaan aplikasi yang tidak mendaftar PSE, disebut Teddy tidak menghormati, meremehkan, dan mau mengangkangi negara ini. Sebab, mereka tidak mau mematuhi regulasi.

"Seharusnya kita marah sama mereka bukan malah marah sama pemerintah. Mereka seenaknya meremehkan negara kita, kenapa kita jadi membela mereka?" tanya Teddy. 

Berita Terkait : Partai Garuda: Arena Kreativitas Anak Muda, Jadi Arena Sirkus Para Oportunis

"Apa karena demi bisa main game di aplikasi tersebut lalu mengkhianati negara ini? Apakah serendah itu sikap kita? Ini jelas tidak normal," tandasnya. ■