Sebelumnya
Pentingnya Koordinasi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi langkah Heru Budi yang terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan sarana transportasi massal.
“Ini penting. Tidak mungkin satu angkutan massal perkotaan dan antarkota berjalan baik tanpa koordinasi yang intensif,” kata BKS-sapaan Budi Karya Sumadi.
BKS bilang, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi yang menekankan Indonesia harus meningkatkan kemampuan angkutan massal perkotaan dan angkutan massal antarkota.
Baca juga : Tenang, Ekonomi Kita Masih Kebal
“Dan yang membanggakan, yakni LRTJabodebek lebih dari 50 persen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)-nya,” jelasnya.
BKS mengungkapkan, LRTJabodebek dari Bekasi, sekitar Bogor, sampai Dukuh Atas, bisa digunakan tahun ini.
“Istimewanya, Halim adalah titik jumpa kereta dari Dukuh Atas dan Bekasi bagi mereka yang akan ke Bandung,” ujarnya.
MRTJakarta juga tengah menggencarkan Pembangunan Kawasan Berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Baca juga : Diadu Dengan Risma, Gibran Pilih Merendah
Kepala Departemen TOD Planning and Development MRTJakarta Sagita Devi menuturkan, nilai investasi 15 proyek TOD pada 2022 mencapai Rp 1,5 triliun.
“Empat infrastruktur beroperasi dan 11 lainnya berjalan atau carry over untuk 2023,” kata Sagita Devi, Jumat (24/3).
Menurutnya, 15 proyek TOD tersebut, yakni Transit Plaza Depan Points, Simpang Temu Lebak Bulus, Park and Ride Lebak Bulus, Pedestrian Tunnel Menara Mandiri, Simpang Temu Dukuh Atas, Pedestrian Tunnel Thamrin, Serambi Temu Dukuh Atas, Plaza Transit Mahakam, Taman Literasi Martha Christina, Rumapadu One Belpark Fatmawati, Penyediaan Hunian TOD, Penataan Taman Kudus, Pelebaran Jalan Pati Juwana, dan Pedestrian Blora-Kendal.
Sagita mengatakan, pelaksanaan proyek TOD berangkat dari permasalahan Jakarta yang memiliki fungsi bangunan yang tunggal dan tindak beragam.
Baca juga : ALFI Pede Sektor Transportasi Dan Logistik Bergairah Tahun Ini
Kemudian memiliki ruang publik dan tata kelola yang berorientasi pada kendaraan bermotor, kurangnya konektivitas antara ruang publik dan transit publik di Jakarta.
“Perlu adanya pergantian moda transportasi untuk mengurangi emisi transportasi, perencanaan urban design atau ruang publik serta area transit dan tersedia ruang UMKM,” tuturnya.
Sagita mengklaim, pengembangan kawasan TOD di Jakarta telah menurunkan peringatan kemacetan. Dari yang awalnya 46 menjadi 29. Tak hanya itu, polusi udara dan emisi gas dapat semakin ditekan.
Adapun beberapa manfaat lainnya yang diperoleh, yakni mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, meningkatkan akses terhadap kesempatan kerja dan ekonomi, pembangunan yang mendukung berjalan kaki, serta gaya hidup sehat dan aktif. ■
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.